-
Jabar merespons pemangkasan dana pusat dengan efisiensi biaya operasional melalui pengaturan ulang jam kerja ASN dan pengurangan perjalanan dinas.
-
Pemprov Jabar memangkas belanja rutin (dinas, listrik, air) namun meningkatkan anggaran pembangunan sebesar 50% tanpa mengganggu kinerja.
-
Gubernur Dedi Mulyadi menerima pemangkasan dana transfer Rp2,4 triliun dan berjanji mengubah kultur birokrasi Jabar.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan langkah-langkah strategis untuk merespons pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah pengaturan ulang waktu kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar, yang diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran daerah.
"Pegawai akan kita atur (waktu kerja) karena semakin banyak pegawai masuk, semakin tinggi beban biaya," kata Dedi Mulyadi dilansir dari Antara.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemprov Jabar juga akan mengubah kultur birokrasi secara signifikan sebagai respons atas pemangkasan dana transfer.
Perubahan ini mencakup pengurangan perjalanan dinas dan belanja rutin pemerintah yang selama ini memakan banyak anggaran.
"Seluruh dana perjalanan dinas kita hanya sisakan 25 persen sampai 10 persen. Termasuk juga listrik dan air (disisakan dengan persentase yang sama)," ucap Dedi.
Menariknya, meskipun melakukan efisiensi ketat di beberapa pos belanja, Dedi mengklaim pemangkasan dana transfer dari pusat ini tidak akan berpengaruh negatif terhadap kinerja para pegawai.
Ia optimis, meskipun anggaran berkurang, kinerja ASN akan tetap baik. Bahkan, Dedi menegaskan bahwa pembangunan tidak akan terganggu.
"Sebaliknya anggaran untuk pembangunan justru dinaikkan 50 persen. Pemprov Jabar akan menghadirkan fasilitas umum baru," ujarnya.
Baca Juga: Lisa Mariana Dijerat Kasus Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil, Ini 5 Poin Krusialnya
Dedi Mulyadi mengakui bahwa sebagai gubernur yang merupakan wakil pemerintah pusat, ia harus menerima keputusan apa pun terkait transfer dana.
Namun, ia menekankan bahwa penerimaan ini bukan berarti pasif.
"Karena kita sebagai gubernur yang merupakan wakil pemerintah pusat ya harus menerima keputusan apa pun. Tetapi seluruh keputusan itu juga kita tidak hanya sekadar menerima, kita harus mengubah diri, pola pikir dan cara bertindak," tutur Dedi.
Seperti diketahui, APBD Jawa Barat untuk tahun 2026 mengalami penurunan signifikan sebesar Rp2,4 triliun akibat pemangkasan dana transfer pusat. Penurunan ini berasal dari beberapa pos anggaran:
- Dana Bagi Hasil (DBH) turun dari Rp2,2 triliun menjadi Rp843 miliar.
- Dana Alokasi Umum (DAU) turun dari Rp4 triliun menjadi Rp3,3 triliun.
- Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dihapuskan senilai Rp276 miliar.
- DAK Nonfisik untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga mengalami koreksi dari Rp4,8 triliun menjadi Rp4,7 triliun.
Berita Terkait
-
Lisa Mariana Dijerat Kasus Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil, Ini 5 Poin Krusialnya
-
Dipanggil Bareskrim! Lisa Mariana Tak Bisa Berkutik, Jadi Tersangka Pencemaran Nama Ridwan Kamil
-
Cianjur 'Terjebak' Status Siaga Bencana 7 Bulan Hingga April 2026
-
Ancaman Ekonomi di Balik Raperda KTR Cirebon, Pemkab: Kami Sudah Siapkan Peta Mitigasi
-
Dedi Mulyadi: 86.000 Orang Lamar Kerja Lewat Aplikasi Nyari Gawe
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Lahan 10 Hektare Dikunci! Pemkab Sukabumi Siapkan Pusat Pemerintahan Baru di Utara
-
Data Pribadi Dicatut, Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi Terjebak Kredit Macet
-
BRI Resmikan Money Changer di PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur: Perkuat Kedaulatan Rupiah
-
5 Fakta Terbaru Pemekaran Sukabumi Utara: Infrastruktur Siap, Pusat Jadi Kunci Utama
-
Bela Kurir! Dipaksa Talangi COD, RS Malah Dituntut Rp8 Juta oleh Oknum yang Mengaku Pengacara