-
Mahasiswa tahun 2025 butuh HP "spek dewa" namun dengan harga terjangkau. Pasar kini menawarkan banyak opsi entry-level berkualitas bagus.
-
Rekomendasi HP: Samsung A16 5G unggul di software dan layar AMOLED; POCO M7 Pro 5G superior di performa chipset dan fast charging 67W.
-
Infinix Note 50 Pro ideal bagi mahasiswa yang mencari fitur premium seperti wireless charging, RAM 8GB/256GB, dan desain elegan dengan harga murah.
SuaraJabar.id - Menjadi mahasiswa di era digital tahun 2025 menuntut mobilitas tinggi. Tumpukan tugas makalah, deadline presentasi, hingga kebutuhan konten media sosial, semuanya mengharuskan kamu memiliki smartphone yang mumpuni. Namun, dilema klasik anak kos selalu sama: butuh spesifikasi tinggi alias "spek dewa", tapi budget terbatas.
Jangan khawatir, pasar smartphone Indonesia saat ini sedang "banjir" opsi menarik di segmen entry-level hingga mirange. Para vendor berlomba-lomba menyajikan fitur premium dengan harga yang tidak bikin dompet jebol.
Berikut adalah 3 rekomendasi HP murah kualitas bagus yang wajib masuk wishlist mahasiswa:
1. Samsung Galaxy A16 5G (Sang Raja Update Software)
Bagi mahasiswa yang mencari keawetan jangka panjang, seri A dari Samsung tidak pernah gagal. Di tahun 2025, Samsung Galaxy A16 5G menjadi primadona baru.
Jaminan update OS Android hingga 4 tahun. Ini investasi penting agar HP kamu tidak lemot sampai wisuda nanti.
Super AMOLED 90Hz yang memanjakan mata saat harus membaca jurnal PDF berjam-jam atau maraton drama Korea saat libur semester.
Harga: Kisaran Rp 2.400.000 – Rp 2.600.000.
2. POCO M7 Pro 5G (Si Perusak Harga Pasar)
Baca Juga: Mahasiswa IPB Teliti Joget Sadbor, Ternyata Petani Bisa Kaya dari TikTok!
Mahasiswa teknik atau desain yang butuh performa kencang untuk aplikasi berat atau sekadar push rank game saat senggang, POCO adalah jawabannya. Generasi terbaru POCO M7 Pro menawarkan chipset yang biasanya ada di HP harga 4 jutaan.
Menggunakan chipset MediaTek Dimensity seri terbaru yang sangat efisien daya namun ganas dalam performa.
Kapasitas 5000mAh dengan pengisian daya cepat (fast charging) 67W. Kamu bisa mengisi penuh baterai saat ditinggal mandi pagi sebelum ke kampus.
Harga: Kisaran Rp 2.800.000.
3. Infinix Note 50 Pro (Fitur Mewah, Harga Murah)
Infinix terus mendobrak pasar dengan fitur-fitur gimmick yang ternyata fungsional. Seri Note terbaru di 2025 ini menawarkan tampilan yang sangat premium, cocok untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi atau Bisnis yang ingin tampil stylish.
Berita Terkait
-
Mahasiswa IPB Teliti Joget Sadbor, Ternyata Petani Bisa Kaya dari TikTok!
-
Dedi Mulyadi Akan ke Polda Jabar Minta Mahasiswa Dibebaskan
-
Jurus Ganda Dedi Mulyadi Jaga Cagar Budaya: Ultimatum untuk Perusuh, Dialog dengan Mahasiswa
-
Polda Jabar Buka Suara Soal Insiden UNISBA: Bantah Serbu Kampus, Sebut Diserang Molotov Anarko
-
Pelajar dan Mahasiswa Angkut 2 Ton Sampah Sungai Ciliwung di Hari Kemerdekaan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama