-
Inisiatif Masjid Eco Wakaf Pembangunan Masjid Eco Wakaf di Bogor menjadi solusi nyata krisis lingkungan dan spiritual, menggabungkan konsep pelestarian alam, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya madu, serta fasilitas pemulihan kesehatan mental.
-
Respons Terhadap Bencana Alam Terinspirasi dari banjir bandang Sumatera, Jamil Azzaini menekankan perubahan perilaku manusia terhadap alam melalui aksi menanam pohon dan pembangunan kawasan Kampoong Ecopreneur yang berkelanjutan dan berbasis wakaf produktif.
-
Solusi Holistik Kampoong Ecopreneur Kampoong Ecopreneur hadir menjawab tiga krisis sekaligus: lingkungan, ekonomi, dan kesehatan mental. Proyek ini melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku ekonomi serta menyediakan ruang ecotherapy bagi masyarakat perkotaan.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku ekonomi. Lebah madu ini akan kami dampingi sampai menjadi sumber penghasilan. Target kami, Leuwisadeng menjadi sentra madu yang meningkatkan kesejahteraan warga,” jelas Jamil.
Sementara bagi kaum urban yang lelah dengan hiruk-pikuk kota, akan dibangun Kampoong Hening. Ini adalah pusat ecotherapy yang dirancang khusus untuk pemulihan mental.
“Banyak orang tampak baik-baik saja, tapi sebenarnya lelah secara mental. Kampoong Hening kami rancang sebagai ruang pemulihan, tempat orang kembali waras, tenang, dan menemukan makna hidupnya,” kata Jamil.
Proyek ini didanai oleh kekuatan dana umat melalui wakaf produktif. Dukungan mengalir deras, salah satunya dari Yayasan STIFIn Institute yang menyerahkan hak pengelolaan 10 cabang senilai Rp 5 miliar, serta outlet Hara Chicken yang memberdayakan karyawan disabilitas.
Artis Arie Untung yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan ini. “Mudah mudahan dari tempat ini lahir anak-anak muda yang bisa mengangkat masyarakat seperti yang dikisahkan di surat Al Kahfi,” harapnya.
Berita Terkait
-
Dapat Dukungan Pemerintah Canada, IPB University Jawab Krisis Iklim
-
Sambut Gencatan Senjata, Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza
-
Aksi Bakar Mukena di Tiga Masjid, Pria Bermukena Ditangkap Polisi
-
Program Living Water Bawa Inovasi Tiongkok ke Bandung, Sekolah BPPK Jadi Pionir Lingkungan
-
Media di Ambang Kiamat? Para Bos Buka Suara, Inovasi Bisnis atau Mati Digerus Disrupsi
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Selangkah Lagi Juara! Persib Kudeta Puncak Klasemen di Tengah Teror Flare Parepare
-
Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini
-
Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan