Wakos Reza Gautama
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:13 WIB
Ilustrasi macet di Sukabumi. Jalur penghubung Bogor–Sukabumi tersebut sebagai salah satu titik krusial yang diprediksi akan dipadati kendaraan pemudik. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dishub Jawa Barat mulai memetakan sejumlah jalur yang berpotensi mengalami kemacetan parah
  • Salah satu titik yang menjadi sorotan utama adalah ruas jalan raya Ciawi–Cibadak–Sukabumi
  • pihak kepolisian akan menerapkan pembatasan ketat terhadap kendaraan angkutan barang

SuaraJabar.id - Menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah/2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mulai memetakan sejumlah jalur utama non-tol atau jalur arteri yang berpotensi mengalami kemacetan parah.

Salah satu titik yang menjadi sorotan utama adalah ruas jalan raya Ciawi–Cibadak–Sukabumi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebut jalur penghubung Bogor–Sukabumi tersebut sebagai salah satu titik krusial yang diprediksi akan dipadati kendaraan pemudik.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak kepolisian akan menerapkan pembatasan ketat terhadap kendaraan angkutan barang.

"Kepolisian akan menindak pengendara angkutan barang sumbu tiga ke atas yang tetap melintas di jalur tersebut saat puncak arus mudik maupun balik. Selain itu, pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan," ujar Dhani, dikutip dari rilis Humas Jabar, Selasa (10/3/2026).

Titik Rawan Macet  di Jawa Barat

Berikut ini beberapa wilayah rawan kemacetan di Jabar:

  • Kawasan Puncak: Jalur Ciawi-Simpang Gadog-Puncak Bogor akan diberlakukan sistem ganjil-genap dan satu arah (one way).
  • Jalur Pantura: Simpang Jomin-Simpang Mutiara dan Cikopo akan mengalami penutupan 47 titik u-turn (putaran balik) untuk memperlancar arus.
  • Bandung Raya: Antisipasi penumpukan kendaraan di Simpang Susun Cileunyi dan Jalur Nagreg dengan penyiapan mobile reader dan papan informasi pengalihan arus ke Tol Cisumdawu.
  • Priangan Timur: Jalur Limbangan-Malangbong hingga Gentong menjadi fokus penertiban aktivitas pasar tumpah oleh Satpol PP.
  • Cirebon: Penertiban parkir di pinggir jalan dan PKL di ruas Palumbon-Kadawung-Cirebon.

Daftar Jalur Alternatif untuk Pemudik

Bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama, Dishub Jabar merekomendasikan sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan:

Baca Juga: Mau ke Bogor atau Bekasi? Cek Jadwal Pembukaan Tol Japek II Selatan Mulai 15 Maret

Wilayah Utara (8 Jalur):

Sukamandi–Kalijati (22 km)
Pamanukan–Subang (31 km)
Kadipaten–Jatitujuh–Jatibarang (40,7 km)
Haurgeulis–Patrol (19 km)
Cikamurang–Jangga (35 km)
Budur–Tegalgubug–Jagapura–Mundu (32 km)
Losari–Ciledug–Cidahu–Kuningan (95 km)
Cirebon–Sumber–Rajagaluh–Majalengka (32 km)

Wilayah Tengah (4 Jalur):

Subang–Lembang–Bandung (41 km)
Sumedang–Jalan Cagak–Wanayasa–Purwakarta (85 km)
Talaga–Bantarujeg–Wado–Sumedang (79 km)
Kuningan–Cikijing–Majalengka–Kadipaten (45 km)

Wilayah Selatan (5 Jalur):

Garut–Banyuresmi–Leuwigoong–Kadungora–Cijapati–Majalaya–Bandung (78 km)
Sasak Beusi–Cibatu–Leles (19 km)
Banjar–Manonjaya–Tasikmalaya (44 km)
Malangbong–Wado (15 km)
Parakan Muncang–Warung Simpang (9 km).

Load More