- Bupati Bogor Rudy Susmanto memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran TPAS Galuga pada Minggu malam.
- Tim gabungan menggunakan alat berat untuk membongkar tumpukan sampah dan menyiram titik bara tersembunyi.
- Titik api pada pohon besar berhasil dikendalikan menjelang dini hari pada Senin, 14 September 2026.
SuaraJabar.id - Suara derum mesin alat berat memecah keheningan malam di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Di tengah kepulan asap tipis dan aroma sangit yang menyengat, pendar cahaya senter menembus kegelapan.
Jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WIB pada Minggu (13/9/2026) malam, namun tidak ada tanda-tanda aktivitas di lokasi tersebut akan mereda.
Di antara lalu lalang petugas dan riuh mesin pengeruk, tampak hadir sosok Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Lengkap dengan helm pengaman, sepatu bot, serta seragam BPBD Kabupaten Bogor yang mulai dibasahi keringat, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu kembali turun langsung memimpin operasi pemadaman.
Ini bukan kali pertama Rudy menginjakkan kaki di tumpukan sampah yang terbakar.
Sejak api melalap lahan TPAS Galuga yang luasnya diperkirakan mencapai 7,1 hektare sebagaimana dikonfirmasi pada Kamis (10/9/2026) upaya penanganan terus berjalan maraton.
Penanganan kebakaran di gunungan sampah memiliki kompleksitas tersendiri.
Api kerap kali tidak terlihat di permukaan, melainkan bersembunyi di kedalaman tumpukan materi organik dan plastik yang menyimpan panas tinggi.
Baca Juga: Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
Pengalaman pada Jumat (11/9/2026) lalu ketika bara kembali memicu kobaran api menjadi pelajaran penting bagi tim lapangan.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, strategi pemadaman malam itu dilakukan secara agresif.
Rudy menginstruksikan pengoperasian alat berat untuk membongkar dan mengaduk-aduk tumpukan sampah.
Saat material sampah diangkat dan memicu getaran di tanah sekitarnya, tim gabungan dari Damkar, BPBD, TNI, dan Polri langsung menyiramkan air ke titik-titik bara yang tersembunyi.
"Pantang pulang sebelum api padam," menjadi semangat tersirat yang ditunjukkan para petugas gabungan.
Mereka rela meninggalkan keluarga di rumah demi memastikan potensi bencana asap tidak meluas dan membahayakan warga sekitar.
Berita Terkait
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
PFI, PWI dan IJTI Bogor Bersatu, Kirim Doa bagi 5 Jurnalis dan Crew Kapal di Selat Sunda
-
Bupati Bogor : Kebakaran TPA Galuga Meluas Hingga 7,1 Hektare
-
Titik Api TPA Galuga Padam, Petugas Fokus Urai Asap Tebal Pakai Alat Berat
-
Padamkan Kebakaran TPA Galuga, Helikopter TNI AU Diterjunkan Lakukan Water Bombing
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor