Mati Listrik, Ojek Online dan Penumpang Terpaksa Pakai Harga Nego

Reza Gunadha
Mati Listrik, Ojek Online dan Penumpang Terpaksa Pakai Harga Nego
Ilustrasi [Suara.com/Erick Tanjung]

"Keluarin uang lebih buat ongkos pulang. Saya saja harus naik mobil dari Jakarta karena kereta gak jalan, " kata dia.

Suara.com - Pemadaman listrik se-Jabodetabek, Minggu (4/8/2019) mulai pukul 11.40 WIB hingga kekinian turut berdampak pada jaringan aplikasi ojek online.  

Konsumen yang sering mengunakan jasa ojek online tidak bisa mengunakan atau memesan orderan.  

Hal itu diakui Merlin warga Rangkapan kaya Baru,  Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, tidak bisa mengunakan aplikasi ojek online untuk pulang ke rumahnya. 

"Saya habis dari Jakarta mau pulang ke Rangkapan Jaya Baru naik ojol gak bisa aplikasinya. Jaringan jelek, " kata Merlin kepada Suara.com di Stasiun Depok Baru,  Minggu (4/8/2019).  

Ia juga mengaku harus naik angkutan dan naik ojek untuk sampi ke rumah. Meski begitu dirinya harus mengeluarkan uang dua kali lipat.

"Keluarin uang lebih buat ongkos pulang. Saya saja harus naik mobil dari Jakarta karena kereta gak jalan, " kata dia. 

Selain itu Fikri harus mengunakan ojek online tapi harus bayar tak sesuai dengan harga aplikasi.  Sebab, aplikasi ojek online tidak bisa digunakan.  

"Nego harga mas,  sama tukang ojek online.  Kalau naik angkot macet, " ucap pria yang bekerja di Jakarta. 

Sementara itu, Pian pengemudi ojek online mengaku tidak bisa mengunakan aplikasi karena jaringan mati.  Tak hanya itu handphone pun sudah tak bisa digunakan karena tak bisa menisi daya.

"Mau ngojek gimana hp aja mati," ucapnya.  Meski begitu ia tetap menarik ojek tapi harganya  tidak sesuai aplikasi. 

 "Nego harga sama penumpang.  Kalau gak begini gak dapat uang mas."

Kontributor : Supriyadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS