Terungkap! Kabar Bocah SD Tewas di Bekasi Bukan Karena Perundungan

Chandra Iswinarno
Terungkap! Kabar Bocah SD Tewas di Bekasi Bukan Karena Perundungan
Bocah FA yang diduga korban bullying meninggal - (Facebook/Jubed)

Hasil penelusuran Kepala Unit Reskrim Pondok Gede AKP Supriyanto, terdapat sejumlah fakta-fakta FA tewas akibat penyakit tetanus.

Suara.com - Kabar viral perundungan terhadap FA, seorang bocah sekolah dasar di Bekasi yang tewas akhirnya terungkap.

Hasil penyelidikan aparat Kepolisian Resort Metropolitan (Polres Metro) Bekasi Kota, dugaan tewasnya FA disebabkan penyakit tetanus.

FA diketahui tinggal bersama ibu kandungnya, Sri Ani Lestari serta bapak tirinya di Jalan Hankam RT 04/RW 05 Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Hasil penelusuran Kepala Unit Reskrim Pondok Gede AKP Supriyanto, terdapat sejumlah fakta-fakta FA tewas akibat penyakit tetanus.

Fakta tersebut telah dikumpulkannya melalui keterangan sejumlah warga setempat, termasuk keluarga terduga pelaku yang sempat disebut FA sebagai akibat kematiannya.

"Kami mendapatkan laporan mengenai kabar viral bocah yang tewas di bully, sudah kami datangi lokasi kejadian dan memintai keterangan beberapa warga," kata Supriyanto, Selasa (10/9/2019).

Di lokasi kejadian, Supriyanto menggali keterangan keluarga IB (8) yang disebut FA sebagai pelaku kematiannya.

"Tidak ada perkelahian antara FA dan IB berdasarkan keterangan warga," ungkapnya.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Agustus 2019 silam. Kala itu, FA dan IB sedang bermain tak jauh dari rumah.

"FA jatuh dan mengalami sakit. Tak lama kemudian FA dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, kurang lebih empat hari," ujarnya.

Tim medis menyebut bahwa FA mengidap tetanus yang harus segera ditangani. Namun, pihak keluarga telat membawanya sehingga FA meninggal dunia.

"Luka infeksi dalam tubuhnya. Medis menyebutkan bahwa FA mengidap tetanus namun telat dibawa ke rumah sakit. Untuk di organ mana, kami belum tahu," jelas dia.

Supriyanto belum mengetahui lebih dalam mengenai penyakit tetanus yang diidap FA, terjadi sebelum jatuh ketika sedang bermain dengan teman-temannya atau setelah jatuh dan terluka.

"Ini masih kami dalami, kita gali keterangan RT/RW," ujar dia.

Berdasarkan keterangan orang tua IB, kata Supriyanto, sebelum dirawat, FA sempat diurut oleh orangtuanya.

"Setelah di urut itu katanya mengalami kejang kemudian di bawa ke rumah sakit," kata dia.

Sejauh ini, ia mendapatkan kabar FA dan keluarganya baru saja tinggal di Kota Bekasi selama dua bulan belakangan ini.

"Tinggal baru sekitar dua bulanan, warga baru, katanya juga belum melapor ke perangkat RT/RW," katanya.

Kini, lanjutnya, kedua orangtua FA memilih pindah ke kampung halaman di Majalengka, Jawa Barat setelah kepergian putra semata wayangnya.

Barang-barang keluarga korban telah dibawa ke Majalengka pada, Senin (9/9/2019) kemarin. Sementara Kedua orang tua FA telah berada di Majalengka.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi Aris Setiawan berjanji akan meluruskan kasus yang menimpa FA dan IB.

"Besok kami rencananya mau ke lokasi kejadian bersama dengan Pemkot Bekasi," katanya.

Kedatangan tim KPAI Kota Bekasi tersebut untuk menggali keterangan dari keluarga IB dan warga setempat, sekaligus meluruskan kabar yang tengah beredar di jagat maya.

"Karena ini viral kan, makanya harus juga di luruskan tujunnya agar keluarga tertuduh juga merasakan kenyamanan," ujarnya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS