facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

22 Sekolah Rusak karena Gempa Sukabumi, Tapi Masih Bisa Buat Belajar

Pebriansyah Ariefana Rabu, 11 Maret 2020 | 16:36 WIB

22 Sekolah Rusak karena Gempa Sukabumi, Tapi Masih Bisa Buat Belajar
Dampak gempa Sukabumi. (dok BNPB)

Untuk SDN Jayanegara seluruh siswa bukan diliburkan tapi free KBM.

SuaraJabar.id - Sebanyak 22 sekolah di Sukabumi rusak karena Gempa Sukabumi, Selasa (9/3/2020) sore kemarin. Kebanyakan sekolah yang rusak ada di kawasan Jayanegara.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mencatat sebagian besar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan. Hanya saja sekolah SDN Jayanegara di Kecamatan Kabandungan tidak bisa digunakan.

Hal ini ditegaskan Khusyairin Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Sukabumi setelah melakukan peninjauan dan evaluasi dampak gempa di sejumlah lembaga pendidikan. Data sementaraa da 13 sekokah terdampak gempa di Kecamatan Kabandungan dan 9 sekolah rusak di Kecamatan Kalapanunggal.

“Untuk kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sekolah saat ini. Jika rusak ringan bisa melanjutkan kegiatan belajar kecuali yang rusak berat seperti SDN Jayanegara di Kecamatan Kabandungan,” jelas Khusyairin saai dihubungi, Rabu (11/3/2020).

Baca Juga: Ridwan Kamil ke Warga Sukabumi: Awas Gempa Susulan

Untuk SDN Jayanegara seluruh siswa bukan diliburkan tapi free KBM.

“Maksudnya tetap masuk sekolah namun belum belajar maksimal lebih banyak aktifitas di luar kelas khusus bagi sdn jayanegara yg rusak total,” lanjutnya.

Senin menurut Khusyairin siswa SDN Jayanegara dipayakan muali aktif belajar.

“Akan dibangun ruang kelas darurat. Jika ruang kelas darurat belum selesai makan akan belajar menggunakan tenda sementara dari BPBD dan PMI, kami sudah berkordinasi dengan dua lembaga tersebut,” sambungnya.

Siswa harus segera kembali beraktivitas karena harus mengikuti ujian tengah semester.

Baca Juga: Kondisi Terkini di Sukabumi usai Diguncang Gempa 5,0 Magnitudo

“Insya Allah Senin semua kembali masuk ke sekolah, dengan fasilitas darurat ataupun kembali ke ruang belajar jika tidak rusak atau punya potensi rusak akibat gempa kemarin,” pungkas Khusyairin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait