100 Dokter Meninggal karena Covid-19, Netizen: IDI Please Do Something!

Netizen meminta PB IDI untuk lebih tegas kepada pemerintah, setelah 100 dokter meninggal dunia karena virus Corona Covid-19.

M. Reza Sulaiman
Senin, 31 Agustus 2020 | 14:22 WIB
100 Dokter Meninggal karena Covid-19, Netizen: IDI Please Do Something!
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

SuaraJabar.id - Ungkapan belasungkawa diberikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) kepada para dokter yang meninggal karena virus Corona Covid-19.

Dalam akun Twitternya, hari ini, ketua PB IDI dr Daeng M Faqih mengatakan berduka dengan meninggalnya dokter dan petugas kesehatan di Indonesia akibat Covid-19.

"Mari kita doakan agar kawan-kawan kita yang gugur mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa, keluargan yang ditinggalkan diberi kesabaran, serta perjuangannya mengilhami dan menjadi tauladan bagi kita semua agar tetap komitmen menjalankan pengabdian kepada kemanusiaan," cuit akun PB IDI di media sosial Twitter.

dr Daeng juga menyampaikan agar dokter dan tenaga kesehatan lain yang berjuang di garda terdepan selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

Baca Juga:Pandemi Covid-19, Tindakan Medis Pada Pasien Anak Rawan Tertunda

Cuitan PB IDI memantik reaksi simpati dari netizen Indonesia. Sebagian besar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa dokter yang telah gugur.

"Innalillahi WA innailaihi rojiun.... Semoga di berikan tempat yang terbaik utk para nakes yang gugur amieennn.... Salut dan respect," tulis akun jarhead.

"Turut berduka untuk rekan-rekan sejawat yang meninggal, semoga diangkat derajatnya oleh ALLAH," tulis yang lain.

Selain ucapan duka, ada juga ucapan yang meminta IDI bersikap tegas kepada pemerintah.

Hal ini dilandasi oleh kritik terhadap kinerja IDI yang dinilai lemah dalam pengawasan dan pelaksanaan penanganan pandemi.

Baca Juga:Ahli: Risiko Kecelakaan Lebih Tinggi daripada Covid-19 pada Anak, Benarkah?

"Tanpa mengurangi hormat kepada rekan² nakes alangkah baiknya IDI mengambil sikap tegas kepada pemerintah terkait. jangan hanya sebagai 'humas' yang menyampaikan berita duka saat ada nakes yg gugur karna covid19," tulis Muhammad.

"IDI lakukan aksi protes kolektif dong ke negara. Lockdown dua minggu serentak nasional. 2 minggu lockdown nasional apa susahnya? Pengusaha suruh nabung atw rugi 2 minggu, apalah artinya. Kelas rentan dapat santunan kebutuhan pokok untuk bertahan selama 2 minggu. Drpd makin parah," tulis Sarporter.

"Please do something! IDI harusnya bisa melakukan lebih karena organisasi besar dan pastinya punya pengaruh dan privilese ke pemerintahan," tulis yang lain.

Terakhir, netizen juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan pengorbanan dokter dan tenaga kesehatan, dengan selalu memperhatikan kesehatan.

"Sehat itu harus....
Ekonomi juga harus jalan....
Pemerintah udah g punya duit, rakyat juga susah makan. Lalu apa solusinya....
Lakukan kebijakan masker, cuci tangan, jangan berkerumun, dan tetap sosial distancing," tulis Edward.

100 Dokter Meninggal, Fahri Hamzah Minta Jokowi Bertindak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak