Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Saat Terpapar Corona, Wali Kota Bogor: Sampai Tak Bisa Rasakan Sate

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari Sabtu, 26 September 2020 | 15:35 WIB

Cerita Saat Terpapar Corona, Wali Kota Bogor: Sampai Tak Bisa Rasakan Sate
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Suara.com/Andri)

Saat terpapar, ia merasakan gejala seperti demam berdarah hingga mual akibat ketakutan yang sempat muncul dipikirannya.

SuaraJabar.id - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kini jadi penyintas Covid-19. Saat terpapar, ia merasakan gejala seperti demam berdarah hingga mual akibat ketakutan yang sempat muncul dipikirannya.

Bima dinyatakan positif Covid-19 pada Maret 2020. Gejala awal yang ia rasakan seperti demam berdarah, tubuhnya lemas, mual, batuk-batuk hingga indra penciuman yang memudar.

"Jadi saya tes, saya pesan sate ayam favorit saya, saya pesen minta kirimin ayam pop, semuanya nggak ada rasa," kata Bima dalam sebuah acara diskusi radio, Sabtu (26/9/2020).

Banyaknya pikiran juga sempat dialami Bima, karena merasa ketakutan ia bahkan tidak bisa tidur nyenyak dan merasakan mual. Dari situlah ia mulai takut dengan kondisi tubuhnya yang menurun, sehingga saat tahap penyembuhan ia mesti menjalani tes tiga kali dalam sehari.

"Ketika saya nggak bisa tidur juga, badan mual banget, waktu malam itu mual mulai berpikir, wah jangan-jangan paru-paru sudah begini, jangan-jangan nafasnya udah begini, sehari itu tegang minimal enam kali," ujarnya.

Karena itu lah akhirnya Bima berusaha untuk semangat dalam penyembuhan. Bahkan ia sempat libur bermain media sosial agar tidak membuatnya semakin stres.

Bima pun berpesan kepada seluruh penyintas Covid-19 untuk bisa mengedukasi publik, bahwa virus yang ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Hubei, China tersebut nyata.

"Satu, edukasi publik bahwa Covid-19 itu nyata, bukan khayalan, kedua adalah semangati yang sekarang sakit, dan ketiga adalah sharing sesama alumni, karena ada long effect dari Covid-19," tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait