alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Nakhoda MUI Periode 2020-2025

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 27 November 2020 | 11:25 WIB

Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Nakhoda MUI Periode 2020-2025
Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar. (Suara.com/Yasir)

Miftachul Akhyar bisa dibilang sudah dihadapkan pada sederet persoalan, salah satunya mengenai ibadah Haji hingga persoalan halal-haram vaksin covid-19.

SuaraJabar.id -
Majelis Ulama Indonesia kini memiliki pemimpin baru. Musyawarah Nasional (Munas) X memberikan mandat pada Miftachul Anwar menggantikan Maruf Amin.

KH Miftachul Akhyar merupakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Miftachul Akhyar terpilih jadi Ketua Umum MUI periode 2020-2025 dalam pemilihan yang digelar Jumat (27/11/2020) dini hari.

Miftachul Akhyar bisa dibilang sudah dihadapkan pada sederet persoalan, salah satunya mengenai ibadah Haji hingga persoalan halal-haram vaksin covid-19 yang akan rilis awal tahun 2021 mendatang.

Karena itu banyak yang bertanya-tanya soal latar belakang dan kiprah KH Miftachul Akhyar sebelum menjabat Ketua MUI.

Baca Juga: Jokowi di Munas MUI: Semangat Dakwah Adalah Merangkul, Bukan Memukul

Dilansir Rol, KH Miftachul Akhyar lahir di Surabaya, 1 Januari 1953 (usia 67 tahun) Ia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

Kyai Miftah merupakan putra kesembilan dari tiga belas bersaudara, dari KH. Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.

Ayah KH. Miftachul Akhyar merupakan karib KH. M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo saat sama-sama nyantri kepada KH. Romli di Rejoso, Jombang.

Ia juga mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia

Sejak muda, Kyai Miftah lahir dari tradisi dan melakukan pengabdian di NU. Maka tak heran kemudian hari ini mengemban puncak kepemimpinan NU, sebagai Penjabat Rais Aam.

Baca Juga: Buka Munas MUI, Jokowi: Dakwah Islam di Indonesia Tidak Menebar Kebencian

Di NU ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait