"Sekarang ini fase 1 menunggu perkembangan kasus covid di Kuningan. Kalau nanti kasusnya turun, kemudian naik lagi ke fase berikutnya dan itu full tatap muka dengan kapasitas 50 persen," katanya.
Terpisah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan baru menerima informasi masih adanya sekolah yang tetap melakukan kegiatan tatap muka.
"Kita baru menerima laporan, masih ada sekolah yang tatap muka, kita akan berkordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag terkait adanya kegiatan tatap muka di MI Plus An-Nur maupun di sekolah lainnya," katanya.
Terkait pengakuan pihak sekolah MI Plus An Nur di Desa Manggari, bahwa kegiatan tersebut bukanlah KBM tatap muka. Namun ia akan tetap akan menelusuri kegiatan yang dilakukan MI Plus An Nur.
Baca Juga:IHSG Menguat ke Level 6.393 di Hari Kedua PSBB Jawa Bali
"Bisa saja kalau hanya setor tugas itu berarti tidak ada KBM tatap muka, itu yang mau saya cek. Yang tidak diperbolehkan kan KBM tatap muka," katanya.
Saat ini, ia juga tengah mencari data sekolah mana saja di Kabupaten Kuningan yang masih melakukan kegiatan Belajar Mengajar tatap muka sehingga bisa mencari tahu alasannya apa.
"Saya sedang mencari data sekolah mana saja yang masih melakukan tatap muka," katanya.
Menurutnya jika sesuai surat edaran kegiatan belajar mengajar tatap muka tidak diperbolehkan hingga 25 Januari mendatang. Namun untuk kegiatan selain KBM tatap muka, masih bisa dilakukan dengan protokol kesehatan.
"Kalau kegiatan selain KBM, dan sesuai aturan dengan menerapkan protokol kesehatan itu boleh saja," katanya.
Baca Juga:Tempat Usaha Ngeyel Saat PTKM, Siap-Siap Ditutup Paksa Satpol PP Sleman
Kontributor : Abdul Rohman