7 Fakta Mogoknya Tukang Pikul Jenazah Covid-19 Gegara Mang Oded

Para tukang pikul jenazah covid-19 sakit hati dengan pernyataan Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial yang menuding mereka melakukan pungli.

Farah Nabilla
Kamis, 28 Januari 2021 | 13:50 WIB
7 Fakta Mogoknya Tukang Pikul Jenazah Covid-19 Gegara Mang Oded
Pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung, Rabu (27/1/2021). [Foto: Ayobandung.com]

3. Tukang Pikul Jenazah Lakukan Aksi Mogok

Tukang pikul peti jenazah pasien Covid-19 di Pemakaman Cikadut, Kota Bandung kecewa dengan pernyataan Wali Kota Bandung yang mengatakan mereka melakukan pungutan liar (pungli) pada keluarga jenazah Covid-19.

Koordinator Jasa Pikul Jenazah Covid-19 Pemakaman Cikadut Bandung, Fajar, mengatakan petugas jasa pikul merasa kecewa karena dianggap melalukan pungli.

Tukang panggul jenazah COVID-19 di Pemakaman Cikadut sakit hati ke Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial.(Ayobandung)
Tukang panggul jenazah COVID-19 di Pemakaman Cikadut sakit hati ke Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial.(Ayobandung)

4. Jenazah di Pemakaman Cikadut terlantar

Baca Juga:Pengangkut Jenazah Mogok, Ini Kata Keluarga Jenazah Covid-19

Aksi mogok yang dilakukan tukang pikul jenazah berdampak pada keluarga jenazah Covid-19 yang akan dimakamkan di Cikadut. Mereka harus menggotong sendiri peti mati dari tempat parkir hingga liang kubur secara mandiri di Pemakaman Cikadut.

Pemandangan seperti ini mulai terlihat di pemakaman Cikadut pada Rabu (27/1/2021)

Pantauan SuaraJabar.id, hingga Rabu siang (27/1/2021) mereka menolak memanggul peti dari tempat parkir hingga liang kubur di Pemakaman Cikadut, Kota Bandung.

Jarak yang ditempuh sekitar 400 meter dari tempat parkir hingga liang kubur. Hingga siang kemarin, total ada 3 jenazah Covid-19 yang dimakamkan di Pemakaman Cikadut. Namun, tidak ada satupun petugas yang memikul peti jenazah tersebut.

5. Pengakuan Keluarga Jenazah Covid-19

Baca Juga:Cerita Tukang Panggul Jenazah COVID-19 Cikadut Sakit Hati ke Wali Kota Oded

Di balik isu adanya pungli sebesar Rp2 juta itu, ada keluarga jenazah Covid-19 yang mengaku terbantu dengan jasa para pengangkut peti mati di TPU Cikadut.

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak