alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mulai Sekolah Tatap Muka, Siswa SMK di Cimahi Langsung Praktek Masak

Ari Syahril Ramadhan Senin, 22 Maret 2021 | 16:52 WIB

Mulai Sekolah Tatap Muka, Siswa SMK di Cimahi Langsung Praktek Masak
Seorang Siswi SMK di Kota Cimahi melakukan praktek memasak di sekolah setelah Pemerintah Kota Cimahi membolehkan sekolah tatap muka untuk SMK mulai Senin (22/3/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Total siswa kelas 12 SMK Negeri 3 Kota Cimahi sebanyak 500 orang terbagi dalam 5 kejuruan di antaranya tata boga dan tata busana.

SuaraJabar.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SMK di Kota Cimahi akhirnya dimulai pada Senin (22/3/2021). Namun pembelajaran langsung di sekolah di tengah pandemi Covid-19 ini hanya untuk kelas XII yang harus melakukan praktikum.

Salah satu sekolah yang mulai menjalankan praktikum tatap muka yakni SMK Negeri 3 Cimahi yang terletak di Kelurahan Citeureup, Kecamatan Utara, Kota Cimahi.

Total siswa kelas 12 SMK Negeri 3 Kota Cimahi sebanyak 500 orang terbagi dalam lima kejuruan yaitu jurusan Tata Boga, Tata Busana, Multimedia, Akomodasi Perkantoran, dan Akomodasi Perhotelan. Namun hanya 30 persen saja yang hadir diperbolehkan hadir hari ini.

"Hari ini kita mulai praktikum untuk kelas 12. Dari total 500 siswa di lima jurusan hanya 30 persen yang hadir. Untuk guru yang boleh hadir itu hanya yang mengajar mata pelajaran tersebut," ungkap Plt Kepala Sekolah Ayi Rohmat Sumirat, Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Gubernur Anies Baswedan Mau Buka Sebagian Sekolah, PAN DKI: Jangan Khawatir

Ati mengatakan, seharusnya siswa kelas XII SMK sendiri seharusnya melaksanakan praktik secara penuh selama setahun belakangan.

Namun terkendala gegara pandemi Covid-19, sehingga pihak sekolah mengkombinasikan praktikum kali ini dengan konsultasi menjelang pelaksanaan Ujian Kompetensi bagi siswa kelas 12 yang akan digelar bulan April mendatang.

"Dari aspek kompetensi tingkat keterampilannya beda dengan yang sebelumnya, karena tidak dilatih setiap saat. Kalaupun praktik di rumah misalnya untuk tata boga, kan tidak setiap anak punya alat masak sesuai standar kita," jelasnya.

Setiap siswa kelas XII yang menjalani praktikum kali ini hanya memiliki tiga kali kesempatan praktik sesuai bidang kejuruannya. Padahal normalnya, setiap anak setiap hari harus mengasah keterampilannya sebelum terjun ke industri yang sebenarnya.

"Kesempatan berlatihnya hanya tiga kali. Karena kalau normal, hampir tiap hari praktik. Ya karena waktunya terbatas, belum lagi harus bergiliran dengan jurusan lain karena pembatasan jumlah kehadiran. Tapi minimal kompetensi yang diasah ini menyesuaikan tuntutan yang mendesak di industri," jelasnya.

Baca Juga: Persiapan Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Mengingat saat ini sedang berada di tengah pandemi Covid-19, pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat bagi siswa maupun guru yang hadir.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait