alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pegawai IKEA Positif Covid-19, Dinkes KBB Lacak 25 Kontak Erat

Ari Syahril Ramadhan Senin, 07 Juni 2021 | 13:30 WIB

Pegawai IKEA Positif Covid-19, Dinkes KBB Lacak 25 Kontak Erat
Suasana di IKEA Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (5/6/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Dinkes KBB menyayangkan sikap IKEA yang kurang terbuka soal data karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

SuaraJabar.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melacak ada 25 kontak erat yang bersentuhan dengan 9 pegawai IKEA Kota Baru Parahyangan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka akan dijadwalkan menjalani swab tes Selasa (8/6/2021). Adapun 9 karyawan IKEA yang positif Covid-19 itu tersebar di 3 kecamatan yaitu Padalarang, Ngamprah, dan Sindangkerta.

"Kita sudah tracing dan pantau isolasi 9 orang karyawan IKEA. Hasilnya ada 25 orang kontak erat," terang Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eissenhower Sitanggang, Senin (7/6/2021).

Ia menilai, peritel perabot rumah tangga asal Swedia sejauh ini masih tertutup mengenai data karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Tiba di Arama Haji Donohudan, Satu Pasien Covid-19 Asal Kudus Langsung Dirujuk ke RS DKT!

Dinas Kesehatan KBB belum mengantongi jumlah pasti karyawan yang dites, data kontak erat, dan karyawan yang terkonfirmasi positif Corona.

Dinas Kesehatan hanya menerima data 9 karyawan positif Covid-19 yang berdomisili di Bandung Barat saja. Total karyawan yang dites pun masing simpang siur. Termasuk data serta lokasi isolasi mandiri karyawan yang sempat kontak erat.

"IKEA kurang terbuka. Kita belum mendapat jumlah pasti seluruh karyawan yang dites, laporan terakhir ada 139 yang dites, 9 orang positif warga KBB. Jadi kita fokus tracingnya terhadap 9 orang ini saja. Untuk yang lainnya kita belum tahu," benernya.

Salah satu penyebab tidak terbukanya data klaster penyebaran Covid-19 di IKEA, karena ritel asal Swedia itu melakukan tes secara mandiri tak melibatkan Dinas Kesehatan setempat.

Padahal pelibatan instansi daerah penting untuk menangani apabila ditemukan karyawan positif Covid-19.

Baca Juga: Jalani Isolasi Terpusat, 69 Warga Kudus Dikarantina di Asrama Haji Donohudan

"Bukannya gak boleh kerjasama dengan swasta di luar KBB. Tapi ini kan ada kaitannya dengan hasil tes. Bagaimana nanti kalu ditemukan hasil positif, kan harus ditangani," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait