alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dear Mang Oded, Ini Jeritan Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 15 Juni 2021 | 17:43 WIB

Dear Mang Oded, Ini Jeritan Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut
Petugas pemakaman jenazah Covid-19 sedang memanggul peti jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Selasa (15/6/2021). [Ayobandung.com/Gelar Aldi S]

"Padahal kita juga ujung tombak dari penangan jenazah Covid-19 ini," ujar salah satu ketua tim pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut.

SuaraJabar.id - Tim pemakaman Covid-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung saat ini disibukan oleh naiknya angka kematian Covid-19. Namun peningkatan intensitas kerja ini belum dibarengi dengan kesejahteraan dan pemenuhan alat proteksi atau pelindung bagi para petugas dan penggali kuburan.

Untuk alat pelindung diri (APD) baju hazmat misalnya. Mereka terpaksa harus mencuci APD-nya agar bisa digunakan kembali keesokan harinya. Padahal idealnya, APD hazmat hanya digunakan sekali saja.

Atas kondisi ini, salah satu ketua tim pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Agus Gunawan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dari dinas-dinas terkait untuk memantau kondisi timnya di lapangan.

Kini ia dan timnya yang berjumlah 36 orang kewalahan dalam menangani jenazah Covid-19, yang kini bisa sampai 15 jenazah per harinya. Jumlah ini meningkat sejak pascalibur lLbaran, yang asalnya hanya dua sampai lima jenazah per harinya.

Baca Juga: Warga Jakarta Diminta Tak Berlibur ke Bandung Raya Hingga Pekan Depan

"Tolong perhatikan kesejahteraan kami di sini (TPU Cikadut)," kata Agus kepada Ayobandung.com-jejaring Suara.com di lokasi, Selasa (15/6/2021).

Agus melanjutkan, ia ingin ada ketegasan dari Pemkot Bandung agar tak ada pungutan liar (pungli) yang terjadi di sekitar TPU Cikadut.

"Saya tidak mau ada seperti itu lagi," ucap Agus.

*Minimnya Perhatian Pemkot Bandung*

Tak hanya kewalahan karena kekurangan personel, ia dan timnya juga kini sedang kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk pengurusan jenazah Covid-19.

Baca Juga: Jasa Dukun Bakal Kena PPN, Abah Unang: Yang Berobat Saja Kadang Gratis

Akibat kekurangan itulah, lanjut Agus, ia terpaksa harus mencuci APD-nya agar bisa digunakan kembali keesokan harinya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait