Tangis Pecah saat Istri Wagub Jabar Temui Korban Perdagangan Orang

Saya begini bukan tidak malu bu, saya malu kalau sudah menjadi tontonan begini. Tapi saya harus bagaimana lagi, keluarga saya ekonominya sulit bu," ujar salah satu korban.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 12 Agustus 2021 | 10:47 WIB
Tangis Pecah saat Istri Wagub Jabar Temui Korban Perdagangan Orang
istri Wakil Gubernur Jawa Barat Lina Ruzhanul Ulum menemui korban perdagangan orang di Polres Tasikmalaya, Rabu (11/8/2021). [Ayotasik.com]

SuaraJabar.id - Tangis enam perempuan korban perdagangan anak pecah saat mereka bertemu istri Wakil Gubernur Jawa Barat Lina Ruzhanul Ulum di Polres Tasikmalaya, Rabu (11/8/2021).

Enam perempuan tersebut merupakan korban perdagangan orang yang baru saja diamankan polisi dari wilayah Bogor. Di Bogor, mereka dipaksa untuk menjadi pekerja seks komersial oleh para pelaku yang kini sudah ditangkap polisi.

Satu persatu korban memaluk Lina dengan berlinang air mata. Mareka pun menyempatkan curhat kepada Istri Uu Ruzhanul Ulum tersebut.

Di hadapan Lina, para korban memaparkan alasan mereka terjun ke dunia prostitusi. Mereka menjalani profesi sebagai wanita penghibur bukan tanpa alasan.

Baca Juga:Janjian di Hotel, 24 Pasangan Mesum Terjaring Razia PPKM di Kota Bogor

Tetapi lebih kepada dorongan ekonomi keluarga yang harus mereka tanggung.

“Saya begini bukan tidak malu bu, saya malu kalau sudah menjadi tontonan begini. Tapi saya harus bagaimana lagi, keluarga saya ekonominya sulit bu," ujar salah satu korban yang sering dipanggil Amoy sambil meneteskan air mata.

Amoy dan semua para korban pun berharap kepada pemerintah agar mencari solusi untuk kelanjutan hidup mereka ke depan. Karena kebutuhan hidup ia dan keluarganya di kampung harus terpenuhi setiap hari.

“Kami mah ingin ada solusinya dari ibu, kami harus tetap memenuhi kebutuhan keluarga di kampung bu,” tambah Amoy.

Sementara itu, Lina Ruzhanul Ulum mengatakan, untuk menjawab semua harapan para korban, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memberikan pelatihan keterampilan untuk korban.

Baca Juga:Kota Bogor Lanjutkan Ganjil Genap, Warga Diimbau Disiplin Berdasar Pelat Nomor Kendaraan

Namun untuk langkah awal, kata Lina, pihaknya akan berupaya memulihkan trauma korban dengan pendampingan psikologis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak