Karaoke Belum Boleh Buka, Pemandu Lagu: Mesti Jual Diri Buat Makan?

Pemandu lagu itu tak menampik, banyak teman satu profesinya yang terpaksa jual diri atau menceburkan diri ke dunia prostitusi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:21 WIB
Karaoke Belum Boleh Buka, Pemandu Lagu: Mesti Jual Diri Buat Makan?
ILUSTRASI-Dua pemandu lagu karaoke ikut berdemo di depan Gedung Balai Kota Jakarta. [Suara.com/Bagaskara]

Berkali-kali ditutup, artinya pria yang bertugas sebagai waiters itupun tak mendapat upah. Dalam kondisi yang serba sulit itu, Saepul pun terpaksa setahun lalu menjual ponsel hingga sepeda motor yang kerap digunakannya untuk bekerja.

Bahkan, dirinya terpaksa ambil jalan pintas dengan mengajukan pinjaman online. Ia sadar betul risikonya. Namun kalau itu tak ada jalan lain sebab keluarganya tetap harus dipenuhi kebutuhannya. Dapur pun harus selalu "ngebul".

Kini, kondisi serupa kembali dialaminya setelah pemerintah menerapkan PPKM Darurat-Level 4 sejak 3 Juli lalu. Klub malam tempatnya mencari pundi-pundi rupiah pun kembali harus ditutup.

Saepul pun mencoba jadi kuli serabutan namun jelas tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Baca Juga:Remaja Terjaring Prostitusi Online, Mengaku Dipaksa Ayah Jadi PSK

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak