alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kota Bandung Jadi Zona Kuning, Tempat Wisata Dapat Relaksasi

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 08 September 2021 | 20:08 WIB

Kota Bandung Jadi Zona Kuning, Tempat Wisata Dapat Relaksasi
Wali Kota bandung Oded M Danial. [Antara]

Oded M Danial mengatakan pemberian relaksasi itu juga dilakukan berdasarkan aspirasi dari para asosiasi pengusaha wisata dan perhotelan.

SuaraJabar.id - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengumumkan kini wilayahnya itu masuk ke status zona kuning atau zona dengan risiko rendah penyebaran COVID-19.

Sejalan dengan status baru itu, ia mengatakan Pemkot Bandung memberikan relaksasi kepada sejumlah tempat wisata usai wilayah ini masuk ke status Zona Kuning penyebaran COVID-19.

Oded M Danial mengatakan pemberian relaksasi itu juga dilakukan berdasarkan aspirasi dari para asosiasi pengusaha wisata dan perhotelan.

"Perhotelan ada MICE (Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition) itu akan kita berikan relaksasi, juga Kebun Binatang, tempat olahraga outdoor," kata Oded di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) dikutip dari Antara.

Baca Juga: Masih Ada Wisatawan Bandel, Pemkab Pangandaran akan Evaluasi Pembukaan Objek Wisata

Selain itu, tempat wisata lainnya seperti Kiara Artha Park, Trans Studio Bandung, dan Saung Angklung Udjo juga sudah boleh beroperasi. Sedangkan untuk resepsi pernikahan diperbolehkan dengan jumlah tamu 20 orang per sesi.

Namun Oded mengingatkan meski telah memperoleh relaksasi, pengelola tempat dan pengunjungnya harus disiplin dengan protokol kesehatan demi menjaga situasi dan kondisi saat ini.

Oded mengaku akan segera mengatur terkait kapasitas, jam operasional, hingga usia pengunjung yang boleh memasuki beberapa tempat yang diberikan relaksasi tersebut.

"Dine in di dalam gedung sudah boleh, waktu makannya 1 jam, kapasitasnya masih 25 persen. Kalau pengunjung usia 12 tahun ke bawah nanti akan diatur kembali, karena kita tetap sejalan dengan Inmendagri," katanya.

Oded menambahkan meski pun kasus COVID-19 menurun, Tracing, Testing, dan Treatment (3T) akan terus dilakukan. Pasalnya, menurut Oded, hal tersebut merupakan indikator COVID-19 di Kota Bandung agar terus melandai.

Baca Juga: PPKM Level 3, Pemprov DKI Uji Coba Pembukaan Wisata Ancol dan TMII

"3T tetap berjalan dan harus terus kita lakukan. Karena indikatornya di situ. Bisa jadi bom waktu atau tidak itu dari situ," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait