Sejarah Kota Cirebon, Diawali dari Sebuah Dukuh Kecil

Cirebon berasal dari kata Sarumban. Dulu Cirebon merupakan sebuah dukuh kecil yang didirikan oleh Ki Gedeng Tapa.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 24 November 2021 | 17:34 WIB
Sejarah Kota Cirebon, Diawali dari Sebuah Dukuh Kecil
Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon akan kembali dibuka untuk umum. [Fajarsatu.com]

SuaraJabar.id - Kota Cirebon merupakan salah satu daerah yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Barat. Sejarah Kota Cirebon sangat menarik untuk diulas karena ada kerajaan yang pernah berdiri di daerah itu.

Cirebon berasal dari kata Sarumban. Dulu Cirebon merupakan sebuah dukuh kecil yang didirikan oleh Ki Gedeng Tapa. Seiring berjalannya waktu, Cirebon berkembang menjadi desa yang ramai dan dinamai Caruban yang bermakna bersatu padu.

Pasalnya, penamaan Caruban dicetuskan lantaran di daerah itu terdapat banyak pendatang, diantaranya dari Sunda, Jawa, Tionghoa serta unsur bangsa Arab. Dengan kondisi itu, secara otomatis bahasa, agama dan adat istiadatnya beranekaragam.

Lafaz Caruban berubah menjadi carbon dan cerbon. Penamaan ini dipengaruhi oleh mata pencaharian sebagian besar masyarakat Cirebon yang bekerja sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan kecil, udang kecil (rebon) di pantai untuk membuat terasi, petis dan garam.

Baca Juga:Digusur PT KAI, Warga Anyer Dalam Bandung Bertahan di Atas Reruntuhan

Air bekas pembuatan terasi disebut belendrang. Yang terbuat dari sisa pengolahan udang rebon disebut cai-rebon, kemudian disebut menjadi Cirebon.

Pada abad ke-XIV, di pantai laut jawa ada nelayan kecil yang mempunyai nama Muara Jati. Di kawasan itu banyak kapal asing yang datang untuk berniaga. Penguasa Kerajaan Galuh Padjadjaran menunjuk Ki Gedeng Alang-Alang untuk mengurusi pelabuhan.

Seiring berjalannya waktu aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng memindahkan permukiman ke Lemahwungkuk yang berjarak sekitar 5 km. Kepala permukiman baru itu dijabat oleh Ki Gadeng Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.

Dalam perkembangannya, Putra Prabu Siliwangi, Pengeran Walangsungsang ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan gelar Cakrabumi. Pengeran Walangsungsang merupakan pendiri Kerajaan Cirebon. Ia mengirimkan surat atau upeti ke Raja Galuh. Raja Galuh membalasnya dengan mengirimkan tentara ke Cirebon. Namun yang keluar menjadi pemenang yakni Pengeran Walangsungsang.

Peristiwa itu sebagai pertanda berdirinya Kerajaan baru di Cirebon sekaligus menandai awal mula kerajaan Islam di Cirebon.

Baca Juga:Promosikan Potensi Ekonomi Jabar, Ridwan Kamil Bakal Zoom Meeting dengan Pengusaha Ukraina

Pada 1920 kota Cirebon dipimpin oleh JH. Johan dan dilanjutkan oleh R.A Scotman. Pada 1926, gemeente Cirebon diangkat menjadi stadgemeente. Sehingga otonominya lebih luas untuk menata kotanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak