SuaraJabar.id - Mendengar kata seblak, pikiran kita akan tertuju pada sebuah makanan berkuah yang enak di nikmati di segala suasana.
Makanan seblak ini sebetulnya sederhana, berbahan dasar kerupuk mentah yang dipadu-padukan aneka bumbu rempah serta toping yang memikat selera makan.
Makanan ini sudah dikenal banyak masyarakat pada tahun 2000, makanan sejenis ini sudah ada di daerah Cianjur Selatan sejak zaman sebelum kemerdekaan.
Ciri khas dari seblak awalnya berbahan dasar kerupuk warna oranye menggunakan beberapa bumbu dan kencur sebagai pelengkapnya.
Baca Juga:Viral Pria Makan Seblak Dicampur Pisang, Warganet: Sekte Mana Lagi Ini

Seiring waktu, banyak perubahan dan inovasi dari seblak itu sendiri tanpa megurangi rasa ciri khasnya yang asli
Seblak ini merupakan makanan khas Sunda, terutama wilayah Bandung. Tak heran jika disana, seblak menjadi makanan favorit warga Bandung.
Saking digemarinya, hampir di setiap sudut kota banyak yang menjual aneka seblak. Seiring waktu seblak mengalami banyak perubahan.
Awalnya seblak hanya terbuat dari kerupuk saja, namun sekarang banyak varian seblak beserta tambahan toping yang beraneka ragam.
Dulu seblak banyak dijual oleh pedagang kaki lima, sekarang seblak sudah tersedia di minimarket dengan kemasan yang menarik dan siap saji.
Baca Juga:Viral Warganet Makan Seblak Pakai Cara Nyeleneh, Publik: Nggak di Wajan Sekalian?
Bila mencicipi rasa seblak tentunya sangat familiar sekali di dalam mulut, antara pedas, asin, gurih dan manis menyatu dalam satu rasa.