SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Bandung diminta untuk memberikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar bisa digunakan homebase oleh Persib Bandung.
Permintaan tersebut dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.
Menanggapi permintaan tersebut, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, saat ini stadion GBLA masih dalam proses pelelangan.
"Ada proses yang harus ditempuh, salah satunya harus lewat lelang. Ini masih terus berproses, karena memang di awalnya saja untuk statusnya clear aja butuh waktu lama, kemudian ada beberapa regulasi-regulasi di internal harus ditempuh," ungkap Yana di Balai Kota Bandung, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga:Wali Kota Bandung Berharap Air Sungai Citarum Bisa Dijadikan Air Minum pada Tahun 2025
Selain itu, lanjut Yana, masalah perpindahan administrasi serah terima penggunaan barang dari Distaru (Dinas Tata Ruang) ke Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) turut menghambat kejelasan nasib stadion yang dibangun dengan total anggaran Rp 545 miliar ini.
"Kan ada pengalihan, dari pengguna barangnya dari dinas dulu itu oleh Distaru kan sekarang jadi ke Dispora jadi administratif banyak sekali di internal. Tapi itu semua harus ditempuh supaya ujungnya baik benar," lanjutnya.
Sedangkan, untuk bisa dilanjutkan ke tahap lelang stadion GBLA harus memliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Maka, jelas Yana, perbaikan harus dilakukan sebelum bisa mengantongi sertifikat tersebut.
"Belum, jadi proses lelang ya belum, ada harus Surat Laik Fungsi. Kalau untuk dapat SLF, harus ada perbaikan dulu. Jadi berproses yah karena tidak sederhana," ungkapnya.
Terkait penunjukan langsung stadion GBLA untuk digunakan Persib, Yana berkomentar siapapun boleh mengikuti lelang selama nantinya digunakan untuk kepentingan sepakbola.
"Saya tidak bisa bilang setuju atau tidak setuju karena lelang siapa pun boleh ikut. Kontes harus ikut, kalau penunjukan itu tidak boleh. Yang pasti, dia memang mengelola itu untuk kepentingan sepa kbola," pungkasnya.