suara mereka

Selama Ramadhan Tahun Ini, Petani Kolang Kaling di Bandung Barat Panen Cuan

Meningkatnya permintaan buah dari pohon aren itupun membuat petani kolang-kaling meraup keuntungan ganda.

Galih Prasetyo
Senin, 11 April 2022 | 16:55 WIB
Selama Ramadhan Tahun Ini, Petani Kolang Kaling di Bandung Barat Panen Cuan
Omay (45) Petani Kolang-kaling Asal Kampung Sandayang 02/01, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) (Suara.com/Ferry Bangkit)

SuaraJabar.id - Buah kolang-kaling sulit dipisahkan dari jajanan takjil di bulan suci Ramadan. Meningkatnya permintaan buah dari pohon aren itupun membuat petani kolang-kaling meraup keuntungan ganda.

Keuntungan setahun sekali di bulan yang penuh ampunan itupun dirasakan Omay warga Kampung Sandayang 02/01, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tungku api milik pria berusia 45 tahun itu terus menyala sedari pagi hingga sore hari. Kompor tradisional berbahan bakar kayu itu terlihat terus-menerus merebus biji buah aren untuk menghasilkan kolang-kaling.

Gumpalan membumbung tinggi ke udara, merubah warna panci besar rebusan buah aren hitam penuh arang, dan sesekali membuat perih mata. Omay tampak sibuk memastikan api tetap menyala, sambil menyelingi dengan memotong buah aren dari tangkainya.

Baca Juga:Banjir Pesanan selama Bulan Suci Ramadhan, Perajin Kolang Kaling Panen Berkah

Sejak sepekan sebelum Ramadhan, perajin kolang-kaling seperti Omay telah kebanjiran pesanan. Untuk bisa dapat untung besar tentu harus dibarengi dengan produksi besar pula.

"Ya digeder terus merebus, karena permintaan cangkaleng (kolang-kaling) banyak sekali. Harganya juga lagi mahal," ujar Omay saat ditemui belum lama ini.

Berkah berlipat dialami Omay pada Ramadan tahun ini sebab permintaan kolang-kaling meningkat drastis dalam tiga tahun berjalan pandemi COVID-19. Menurutnya hal tersebut lantaran adanya pelonggaran kegiatan masyarakat.

Omay menyebut dalam sehari bisa merebus buah aren untuk diolah jadi kolang-kaling sebanyak 4-5 kali rebusan. Rata-rata tiap satu kali rebusan memproduksi kolang-kaling sebanyak 10-15 kilogram. Sehingga total tiap hari bisa menghasilkan 60 kilogram.

"Kalau gak berhenti merebus bisa sampai 80 kilogram. Tapi kalau sampai sore paling cuma 50-60 kilogram," terang Omay.

Baca Juga:Hari Pertama Ramadan, Perajin Kolang Kaling di Bandar Lampung Banjir Pesanan

Kudapan kenyal berbentuk lonjong warna putih itu saat ini dipatok harga Rp8.000-Rp10.000 per kilogram. Adapun hari-hari biasa dijual dengan harga Rp 3.000 per kilogram.

"Harga naik drastis. Saya hari biasa kirim ke pabrik cuma Rp 3.000 per kilo, sekarang udah Rp 8.000," terangnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak