Jalan Nasional Sukabumi Kembali Lumpuh Akibat Longsor, Picu Kemacetan Hingga Dua Kilometer

Longsor terjadi pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB.

Syaiful Rachman
Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:10 WIB
Jalan Nasional Sukabumi Kembali Lumpuh Akibat Longsor, Picu Kemacetan Hingga Dua Kilometer
Material longsor menutup Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). | Foto: Istimewa

SuaraJabar.id - Bencana alam kembali menguji ketangguhan warga Sukabumi. Pada Sabtu dini hari (18/1/2025) pukul 03.00 WIB, longsor susulan kembali menutup akses Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Peristiwa ini membuat akses kendaraan roda empat terputus total, mengakibatkan kemacetan panjang hingga mencapai dua kilometer. Kendaraan roda dua masih dapat melintas, namun harus dibantu oleh petugas.

"Kendaraan kurang lebih dua kilometer tersendat karena masih menunggu sopir alat berat (untuk mengevakuasi material longsor," ungkap Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Simpenan, Cecep Supriadi, dilansir sukabumiupdate.com, jaringan suara.com.

Material longsor menutup Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). | Foto: Istimewa
Material longsor menutup Jalan Nasional Bagbagan-Kiara Dua, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). | Foto: Istimewa

Cecep mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut.

Baca Juga:Geger Pelecehan Anak di Purabaya: Pelaku Diamankan, Rumah Dirusak Massa

"Longsor begitu tinggi sehingga membutuhkan waktu untuk pembersihan. Saya mengimbau pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif," imbuhnya.

Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab utama terjadinya longsor susulan ini. Kondisi tanah yang labil dan tidak stabil semakin memperparah situasi.

Longsor yang terjadi di jalur utama ini tentu berdampak besar bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi dan sosial menjadi terganggu akibat terputusnya akses transportasi. Selain itu, harga kebutuhan pokok di wilayah yang terdampak juga berpotensi mengalami kenaikan.

Pemerintah daerah bersama dengan instansi terkait telah mengerahkan sejumlah alat berat dan personel untuk melakukan pembersihan material longsor. Namun, proses evakuasi membutuhkan waktu yang cukup lama mengingat volume material longsor yang cukup besar.

Baca Juga:Modus Licik! Tamu Asal Bogor Gasak Harta Janda di Sagaranten, Angkut Honda Beat dengan Taksi Online

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak