SuaraJabar.id - Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menemukan jasad remaja atas nama Farhan (14) warga Kampung Panagan, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas yang dilaporkan hilang tenggelam saat berenang di Sungai Leuwi Orok, Kecamatan Cilaku, Kamis (27/2/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Kusmanawijaya di Cianjur Kamis, mengatakan petugas gabungan TNI/Polri, Damkar Cianjur dan relawan yang mendapat laporan langsung melakukan pencarian jasad korban dengan menyusuri tengah dan pinggir sungai.
"Pencarian berlangsung selama delapan jam lebih, hingga akhirnya petugas menemukan jasad korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dan langsung dibawa ke puskesmas guna visum sebelum diserahkan pada keluarga," kata Asep dikutip ANTARA.
Warga sekitar menyebut korban bersama dua orang temannya berenang di Sungai Leuwi Orok yang saat itu debit airnya cukup tinggi dan deras, diduga tidak biasa berenang di sungai korban terbawa derasnya arus hingga tenggelam.
Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Jamin Situasi Aman, Nyaman dan Kondusif Jelang PSU Pilkada
Kedua orang teman korban sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil, sehingga melaporkan kejadian tersebut pada warga sekitar dan dilanjutkan ke petugas Polsek Cilaku dan BPBD Cianjur.
"Petugas sempat melakukan pencarian sejauh beberapa kilometer dari lokasi pertama korban dilaporkan hilang, hingga akhirnya ditemukan dengan lokasi terseret sekitar 4 kilometer," katanya.
Pihaknya meminta orang tua dapat mendampingi atau melarang ketika anak hendak berenang di sungai atau danau karena debit air yang tinggi disertai curah hujan yang deras dapat mengancam keselamatan.
Sementara keterangan saksi mata warga sekitar sempat melihat tiga orang remaja berenang di sungai yang saat itu berarus deras, bahkan warga sempat memperingatkan agar tidak berenang ke tengah, namun selang beberapa saat terdengar teriakan minta tolong.
"Kami bersama warga lainnya sempat melakukan pencarian sambil menunggu petugas, namun tidak membuahkan hasil karena debit dan arus sungai cukup deras, dua orang remaja lainnya selama hanya satu yang dilaporkan hilang tenggelam," kata saksi mata Solah (22).
Baca Juga:Aktivis Mahasiswa Sukabumi Tewas Dianiaya, Dua Temannya Kritis