Fakta-fakta di Balik Video Viral Pengeroyokan Guru: Ada Tantangan Duel Jantan Saat Jam Istirahat

Video yang beredar, sejumlah siswa SMK seragam abu putih mengeroyok seorang guru hingga dipukul mundur masuk ke dalam ruangan.

Andi Ahmad S
Kamis, 15 Januari 2026 | 20:37 WIB
Fakta-fakta di Balik Video Viral Pengeroyokan Guru: Ada Tantangan Duel Jantan Saat Jam Istirahat
Ilustrasi pengeroyokan kepada guru oleh siswa. (Antara)
Baca 10 detik

Penyebab Konflik Utama Pengeroyokan bermula saat guru menampar siswa yang dianggap tidak sopan di kelas. Tindakan refleks tersebut memicu kemarahan siswa hingga berujung pada aksi kekerasan massal di lingkungan sekolah Jambi.

Respon dan Kontroversi Publik Insiden ini memicu pro-kontra di media sosial terkait etika murid dan ucapan guru. Publik menyoroti dugaan kata-kata kasar guru yang dianggap menjadi pemicu utama perseteruan tersebut meluas.

Upaya Mediasi dan Petisi Meski sempat dilakukan mediasi, konflik gagal mereda karena perbedaan tuntutan. Guru akhirnya menawarkan petisi kepada murid untuk menentukan apakah dirinya masih layak mengajar atau harus keluar dari sekolah.

SuaraJabar.id - Kejadian kurang beradab kembali terjadi di lingkungan sekolah. Terbaru, sejumlah siswa di Jambi mengeroyok gurunya sendiri di lingkungan sekolah.

Video yang beredar, sejumlah siswa SMK seragam abu putih mengeroyok seorang guru hingga dipukul mundur masuk ke dalam ruangan.

Video itu mendapatkan respon beragam dari netizen mulai dari akhlak murid terhadap guru dan ucapan guru terhadap muridnya yang dinilai kurang pas karena diduga melontarkan kata "miskin" kepada sang murid.

Pro dan kontra terhadap kejadian tersebut mengguncangkan dunia maya hingga menjadi atensi oleh pemerintah setempat hingga pemerintah pusat.

Baca Juga:Perintah Keras Wagub Jabar untuk Polisi: Tangkap Pemuda Penghina Sunda!

Berbagai versi dukungan untuk guru maupun murid juga tidak lepas disampaikan oleh warganet baik di media sosial Instagram hingga Tiktok.

SuaraJabar merangkum fakta-fakta unik di balik pengeroyokan murid terhadap gurunya itu. Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi itu menjelaskan kronologis kejadian versi dia.

Siswa Dianggap Tidak Sopan

Agus mengaku kejadian itu bermula pada adab seorang murid yang dinilai tidak sopan kepada dirinya sebagai tenaga pendidik yang memberikan ilmu pada para siswa.

"Kejadiannya bermula dari peneguran siswa di kelas. Saat dia (siswa) belajar ada guru, dia dengan tidak sopan dan tidak hormat kepada saya dengan meneriakkan kata yang tidak pantas di saat dia belajar," kata dia.

Baca Juga:Jalan Pasir Koja Bandung Mencekam! Dua Kelompok Bentrok Diduga Rebutan Lahan

Agus kemudian masuk kembali ke kelas untuk menayakan siapa yang mengatakan kata-kata yang dianggap tidak sopan itu. Tak disangka seorang murid pun mengaku bahwa kata-kata yang dianggap tidak sopan itu keluar dari salah satu muridnya.

Seorang murid yang Agus tidak sebutkan namanya, secara lantang menyampaikan bahwa kata-kata tidak sopan itu adalah kata yang keluar dari muridnya.

"Kemudian, saya masuk ke kelas dan saya katakan siapa yang memanggil saya dengan seperti itu. Dia langsung menantang, "saya" seperti itu," jelas dia.

Alhasil, Agus mengaku secara refleks menampar siswa tersebut dan membuat awal mula perseteruan antara guru dengan murid hingga berujung pada pengeroyokan.

"Akhirnya saya refleks satu kali menampar muka dia," jelas dia.

Tidak Selesai di Kelas, Siswa Tantang Guru Saat Istirahat

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini