- ART asal Sukabumi viral di media sosial terkait dugaan **penganiayaan anak majikan** di Bandung.
- Insiden kekerasan terjadi pada Senin, 16 Februari 2026, diduga saat proses **penyuapan anak** oleh ART.
- Ayah korban memberhentikan pekerja dan menyebarkan rekaman CCTV sebagai **sanksi sosial** efektif.
Identitas lengkap yang disebutkan adalah Risma, yang berdasarkan KTP berasal dari Sukabumi, tepatnya Palabuhanratu, meskipun ia juga disebut berasal dari Sumedang.
Pengunggah video juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya para orang tua yang sedang mencari jasa pengasuh anak.
Ia mengimbau agar tidak ada lagi yang mempekerjakan individu tersebut sebagai pengasuh anak setelah insiden ini terungkap.
Pihak ayah korban mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan ART tersebut bukanlah insiden yang pertama kali terjadi.
Baca Juga:Persib Bandung vs Persik Kediri: Bojan Hodak Singgung Soal Faktor X
Berdasarkan hasil penelusuran, ART tersebut diketahui telah berhenti dari tempat kerja sebelumnya karena menghadapi kasus kekerasan serupa.
Ayah korban mengaku baru mengetahui riwayat masalah tersebut setelah peristiwa yang melibatkan anaknya terjadi.
Tindakan kekerasan tersebut telah dilakukan berulang kali terhadap anaknya, namun tindakan kali ini dianggap sudah melampaui batas toleransi.
Sebelumnya, pihak orang tua telah meminta ART tersebut untuk menunjukkan kasih sayang lebih kepada anak mereka, namun respons pelaku selalu meyakinkan dengan perkataan manis.
Kesulitan dalam mencari ART membuat pihak keluarga sempat mentolerir perilaku sebelumnya, namun kejadian terbaru ini menjadi pemicu ketidakmaafan.
Baca Juga:Kronologis Kakang Rudianto dan Mikael Tata Jadi Sasaran Rasisme