PSEL Bogor: Solusi Energi Bersih vs Kekhawatiran Warga Kayumanis

Warga menyuarakan kekhawatiran mendalam akan dampak buruk terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan, potensi bau tidak sedap, pencemaran

Andi Ahmad S
Selasa, 30 Juni 2026 | 18:14 WIB
PSEL Bogor: Solusi Energi Bersih vs Kekhawatiran Warga Kayumanis
Warga RW 11 Kayumanis Bogor Pasang Spanduk Protes, Tegas Tolak Proyek PSEL di Pemukiman [Ist]
Baca 10 detik
  • Pemkot Bogor membangun fasilitas PSEL di Galuga dan Kayumanis untuk mengolah 2.500 ton sampah menjadi energi listrik.
  • Proyek ini bertujuan mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan bahan bakar fosil.
  • Pembangunan PSEL di Kayumanis menghadapi penolakan warga akibat minimnya sosialisasi mengenai dampak kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar.

"Jadi kita memiliki satu kebijakan yang holistik melalui PSEL, dimulai dari pemilahan sampah di hulu, kemudian reduce, reuse, dan recycle. Sampah yang benar-benar sudah tidak memiliki nilai ekonomis itulah yang seharusnya masuk ke dalam PSEL," katanya.

Penolakan Warga Kayumanis Akibat Minim Sosialisasi

Meski visi PSEL sangat ambisius, implementasinya di Kayumanis menghadapi tantangan serius. Gelombang penolakan dari masyarakat setempat, terutama emak-emak, semakin panas. Terlihat banner bertuliskan 'WARGA RW11 MENOLAK KERAS PEMBANGUNAN PSEL...!' terbentang di lingkungan permukiman RW 11 Kampung Lamping.

Warga menyuarakan kekhawatiran mendalam akan dampak buruk terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan, potensi bau tidak sedap, pencemaran, dan menilai lokasi padat penduduk tidak tepat.

Baca Juga:Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya

Mereka merasa minim mendapatkan sosialisasi yang memadai dan bahkan "dikelabui" karena awalnya mengira akan dibangun Wisma Atlet, baru tahu PSEL dari media.

Banner bertuliskan 'WARGA RW11 MENOLAK KERAS PEMBANGUNAN PSEL...!' terbentang di atas pohon yang diikat oleh warga Kayumanis Kota Bogor [Ist]
Banner bertuliskan 'WARGA RW11 MENOLAK KERAS PEMBANGUNAN PSEL...!' terbentang di atas pohon yang diikat oleh warga Kayumanis Kota Bogor [Ist]

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, turut mendesak Pemkot agar sosialisasi dilakukan lebih gencar dan menyeluruh, tidak hanya kepada tokoh, tetapi juga seluruh masyarakat terdampak.

Ia menegaskan bahwa PSEL adalah teknologi modern yang harus disosialisasikan untuk melawan stigma "bau sampah".

Pemkot Bogor sendiri, melalui Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, menawarkan solusi unik dengan mengajak perwakilan warga melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China untuk membuktikan bahwa PSEL bisa beroperasi tanpa bau dan seperti mal. Namun, waktu dan mekanisme studi banding ini belum rinci.

Situasi ini menekankan pentingnya transparansi informasi, dialog partisipatif, dan pendekatan humanis dari Pemkot Bogor.

Baca Juga:Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang

Keberhasilan proyek PSEL sebagai solusi strategis tidak hanya bergantung pada teknologi dan anggaran, tetapi juga pada kepercayaan dan dukungan penuh dari masyarakat yang terdampak langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak