- Kebocoran tabung gas memicu ledakan di rumah warga Kampung Pulo Kapuk, Bekasi, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
- Deni Setiawan dan putranya, Raihan, meninggal dunia di RSUD Kabupaten Bekasi akibat luka bakar di atas sembilan puluh persen.
- Enam orang dalam satu keluarga menjadi korban ledakan, dan kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
SuaraJabar.id - Suasana duka mendalam menyelimuti Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Kebocoran tabung gas berujung ledakan hebat yang menghanguskan satu rumah dan melukai enam orang dalam satu keluarga.
Nahas, tragedi yang terjadi pada Sabtu ini memakan korban jiwa. Deni Setiawan (36) bersama putra kecilnya, Raihan Alfarizky (7), mengembuskan napas terakhir setelah sempat berjuang melawan luka bakar parah di RSUD Kabupaten Bekasi.
Peristiwa memilukan ini bermula dari aktivitas sederhana di dapur. Menurut penuturan Tami (55), kerabat korban, insiden berdarah ini terpicu saat Enah (ibu korban) sedang sibuk memasak dan menghangatkan nasi.
Baca Juga:Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
Menyadari ada desisan dan bau menyengat dari tabung gas yang diduga bocor, Enah panik dan langsung memanggil menantunya untuk meminta bantuan.
"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," ujar Tami meratapi kejadian tersebut di lokasi ledakan, dilansir dari Antara, Sabtu (29/8/2026).
Menurut dia tak lama setelah meminta bantuan, terdengar suara ledakan dari rumah korban. Ia yang tinggal di sebelah rumah korban mendengar suara ledakan tersebut. "Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," ujarnya.
Tami menyebut terdapat enam orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya mengalami luka bakar parah hingga akhirnya meninggal dunia.
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan dirinya mengetahui kejadian setelah didatangi anak korban yang meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, sejumlah korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi mengalami luka bakar.
Baca Juga:Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
"Awalnya kejadiannya sekitar jam 4 pagi. Saya tahu dari anaknya si Aisah. Anak itu ke rumah saya, 'Bu, minta tolong. Ini kebakaran, ibu saya sudah luka'," ujarnya.
Dirinya mengatakan enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.
Menurut ia kebakaran diduga terjadi ketika ibu korban sedang memasak nasi. Tabung gas disebut mengalami kebocoran. Saat hendak mengganti atau memperbaiki tabung, api diduga muncul sehingga menyambar dan membakar orang-orang yang berada di dalam satu ruangan.
"Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," katanya.
Suta mengatakan dua korban yang meninggal mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka lebih dari 90 persen. "Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujarnya.
Sementara empat korban lain masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya Enah yang sedang dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.