- Truk ekspedisi menabrak sejumlah sepeda motor di persimpangan Unisma Bekasi pada Senin pagi, 29 Juni 2026.
- Insiden kecelakaan lalu lintas tersebut mengakibatkan satu orang pengemudi ojek daring meninggal dan sembilan korban terluka.
- Polisi melakukan penyelidikan atas dugaan rem blong dan kesalahan manusia yang menyebabkan lima sepeda motor rusak berat.
SuaraJabar.id - Insiden kecelakaan berdarah terjadi di jalur tersibuk Kota Bekasi pada Senin (29/6/2026) pagi. Sebuah truk ekspedisi berukuran besar hilang kendali dan menabrak sejumlah sepeda motor di Jalan Cut Meutia, tepatnya di persimpangan Universitas Islam 45 (Unisma), Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
Tragedi yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan bermula saat truk ekspedisi melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jakarta menuju pusat Kota Bekasi.
Saat mendekati persimpangan Unisma, terdapat deretan sepeda motor yang sedang berhenti menunggu pergantian lampu lalu lintas.
Baca Juga:Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
Bukannya melambat, truk tersebut tetap melaju kencang dan menghantam kendaraan di depannya. Tidak berhenti di situ, truk terus merangsek hingga menabrak pengendara lain yang datang dari arah Tol Bekasi Timur menuju SMP Negeri 2 Kota Bekasi.
"Yang meninggal satu orang, pengemudi ojol. Kondisinya sangat mengenaskan karena luka berat di bagian kepala," ujar seorang saksi mata, Ahmad (24) kepada wartawan.
Berdasarkan pengamatan saksi di lapangan, truk tersebut sudah menunjukkan gelagat tidak wajar sebelum mencapai titik tabrakan. Kendaraan besar itu tampak oleng ke kiri sebelum akhirnya menyapu lima unit sepeda motor hingga ringsek.
"Mobilnya sempat oleng ke kiri, padahal di sebelah kiri banyak motor yang lagi berhenti. Saya menduga truk itu mengalami rem blong karena kecepatannya sangat tinggi sejak jauh sebelum persimpangan," imbuh Ahmad.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Hardi Sanusi, memberikan analisis awal terkait insiden ini. Meskipun penyebab pasti masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, diduga ada faktor kesalahan manusia dan masalah teknis kendaraan.
Baca Juga:6 Fakta Pengungkapan Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Melalui CCTV
"Mobil truknya kencang. Kebetulan posisinya nanggung saat pergantian lampu mau merah. Di saat yang sama, ada pengendara lain yang sudah melaju dari arah SMP 2, sehingga tabrakan tidak terhindarkan," jelasnya.
Pihak berwenang telah melakukan pendataan terhadap para korban guna menjamin akurasi informasi:
- Meninggal Dunia: 1 Orang (Driver Ojol berinisial S, usia 42 tahun).
- Luka-luka: 9 Orang (Sudah dievakuasi ke RS terdekat).
- Kerugian Materiil: Sedikitnya 5 unit sepeda motor rusak berat.