SuaraJabar.id - Pelarian salah satu pelaku utama kasus pemerkosaan brutal terhadap seorang gadis di bawah umur di Cianjur akhirnya terhenti. Tim dari Kepolisian Resor Cianjur berhasil menangkap R (17), yang telah buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), saat ia nekat pulang ke rumahnya.
Penangkapan ini menjadi titik terang baru dalam pengungkapan kasus keji yang melibatkan 12 orang pelaku, di mana korban, sebut saja Mawar (16), digilir secara tidak manusiawi. Kini, perburuan polisi mengerucut pada satu nama terakhir yang masih berkeliaran bebas.
Kronologi Pelarian dan Penangkapan Dramatis
Setelah melancarkan aksi bejatnya, R sadar bahwa dirinya menjadi target operasi polisi. Ia pun menyusun rencana pelarian untuk menghilangkan jejak. Menurut Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, pelaku R sempat membuat aparat kesulitan melacaknya.
"Pelaku R merupakan orang pertama yang memperkosa korban bersama pelaku lainnya sebelum menyerahkan korban ke para pelaku lainnya sebanyak 11 orang, setelah melakukan perbuatan bejat-nya R melarikan diri ke Jakarta guna menghindari pengejaran petugas," ungkap AKP Tono, dilansir dari Antara.
Berikut adalah kronologi pelarian dan penangkapan R:
- Melarikan Diri ke Ibu Kota: R segera kabur ke Jakarta untuk bersembunyi.
- Menyamar Jadi Kuli: Untuk bertahan hidup dan menyamarkan identitas, ia bekerja sebagai kuli bangunan.
- Memutus Kontak: Selama dalam pelarian, R sengaja memutus semua komunikasi dengan keluarganya di Cianjur agar keberadaannya tidak terlacak.
- Momen Penangkapan: Setelah beberapa waktu, R nekat pulang ke rumah orang tuanya di Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi. Informasi ini terendus oleh petugas yang langsung bergerak cepat.
"Petugas yang mendapat informasi pelaku pulang ke rumah orang tuanya, langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan," ujar Tono. Pihak keluarga pun hanya bisa pasrah saat petugas menggelandang R untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Satu DPO Terakhir Diburu, Polisi Beri Ultimatum
Dengan tertangkapnya R, berarti sudah 11 dari 12 pelaku yang diamankan oleh Polres Cianjur. Kini, fokus utama pengejaran tertuju pada satu DPO terakhir, yakni PA (26).
Baca Juga: Fakta Kelam Gadis 16 Tahun di Cianjur: 4 Hari Disekap, Digilir 12 Pria, Pelaku Termasuk Pelajar
AKP Tono Listianto memberikan peringatan keras kepada pelaku yang masih buron tersebut. Pihaknya telah mengantongi identitas lengkap dan melacak pergerakannya yang diduga kuat berada di wilayah Bogor.
"PA (26) pelaku ke 12 yang masuk dalam DPO Polres Cianjur, masih dalam pengejaran petugas diminta segera menyerahkan diri atau diburu petugas sampai tertangkap," tegas Tono.
Polisi memastikan tidak akan berhenti hingga seluruh pelaku dalam kasus ini diseret ke meja hijau. "Kami segera menangkap satu orang pelaku lainnya yang sudah ketahui identitas-nya dan sempat terlacak berada di wilayah hukum Bogor," tambahnya.
Ancaman Hukuman Berat Menanti Para Pelaku
Kesebelas pelaku yang telah ditangkap, termasuk R, kini harus menghadapi proses hukum yang berat. Mereka dijerat dengan pasal berlapis yang menyangkut kejahatan terhadap anak di bawah umur.
"Pelaku dijerat dengan pasal 81 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," jelas AKP Tono.
Tag
Berita Terkait
-
Fakta Kelam Gadis 16 Tahun di Cianjur: 4 Hari Disekap, Digilir 12 Pria, Pelaku Termasuk Pelajar
-
LPSK Pastikan Tidak Ada Korban Kekerasan Seksual Dokter Kandungan di Garut yang Berjuang Sendiri
-
Dua Mobil Ringsek Tertimpa Batu Besar di Cadas, Geng Motor Berulah Acungkan Sajam Hingga Rusak Gerobak Pedagang
-
Prihatin! Kasus Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik Ternyata Naik Drastis
-
Nilai Kekerasan Seksual terhdap Anak Masalah Luar Biasa, Legislator PKS Dorong Pemkot Bandung Lakukan Ini
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan