-
KTP-e Aron Geller yang viral dipastikan palsu oleh Pemkab Cianjur setelah NIK dan data namanya tidak tercatat di sistem kependudukan nasional.
-
Kepalsuan KTP dikonfirmasi karena NIK kosong (blank) dan verifikasi lapangan menunjukkan alamat yang tercantum tidak dikenali warga setempat.
-
Insiden ini menjadi pengingat serius bahaya hoaks; masyarakat diimbau untuk memastikan informasi dan bisa cek keaslian KTP via chip.
SuaraJabar.id - Jagat maya digemparkan oleh beredarnya KTP elektronik atas nama Aron Geller, yang disebut-sebut sebagai Warga Negara Asing (WNA) asal Israel dengan domisili Cianjur.
Namun, misteri ini tak bertahan lama! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bergerak cepat dan secara tegas menyatakan bahwa KTP-e tersebut palsu dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak tercatat di sistem nasional.
Insiden KTP palsu WNA Israel ini menjadi sorotan serius, mengingatkan kita semua akan bahaya penyebaran informasi palsu yang dapat memicu keresahan.
Berikut adalah 5 fakta penting di balik terbongkarnya KTP palsu Aron Geller yang wajib Anda tahu:
1. Bupati Cianjur Langsung Turun Tangan Cek Sistem Kependudukan Nasional
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, tidak menunggu lama. Pada Minggu kemarin, ia langsung bergerak cepat mengklarifikasi isu yang beredar.
Bersama petugas di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Bupati melakukan pengecekan langsung di sistem kependudukan nasional.
"Setelah dilakukan pencarian dalam sistem kependudukan nasional data dengan nama Aron Geller tidak ditemukan, sehingga dapat dipastikan KTP WNA yang beredar di media sosial palsu," tegas Bupati Wahyu Ferdian.
2. NIK di KTP Palsu Aron Geller Sama Sekali Tidak Tercatat (Blank)
Baca Juga: Gempar KTP Palsu WNA Israel di Cianjur, Bupati Wahyu Ferdian Bongkar Data Aron Geller Fiktif
Fakta krusial lain yang membuktikan kepalsuan KTP tersebut adalah NIK-nya. Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menjelaskan bahwa NIK yang tertera di KTP Aron Geller tidak muncul sama sekali di sistem.
"Saat dicari dalam sistem tidak ditemukan NIK yang tertera dalam e-KTP tersebut. Meskipun menggunakan NIK orang lain, pihaknya memastikan akan muncul datanya, namun setelah beberapa kali pencarian tidak muncul data apapun," jelas Asep.
3. Alamat di KTP Palsu Tidak Dikenal Warga Setempat
Verifikasi tidak hanya dilakukan secara digital, tetapi juga di lapangan. Pihak Pemkab Cianjur memastikan ke alamat yang tercantum dalam e-KTP palsu tersebut, yakni di Kampung Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.
"Tidak ada warga sekitar yang mengenal atau mengetahui ada orang asing di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk NIK yang tercantum tidak terbaca di sistem alias blank," tambah Bupati.
4. Informasi KTP Palsu Sudah Masuk Disdukcapil Sejak Tiga Bulan Lalu
Berita Terkait
-
Gempar KTP Palsu WNA Israel di Cianjur, Bupati Wahyu Ferdian Bongkar Data Aron Geller Fiktif
-
36 Pendaki Ilegal Ini Dihukum Berat!
-
Warga Depok Wajib Tahu! 5 Hak Krusial Ini Hilang Jika Pernikahan Tak Dicatatkan Resmi
-
Cianjur 'Terjebak' Status Siaga Bencana 7 Bulan Hingga April 2026
-
Misteri Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Citarum, Ditemukan Tanpa Luka
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Harga Pertamax Naik Tajam, 10 Persen Konsumen Diprediksi Serbu Pertalite
-
Jangan Lewatkan Promo Samsung Galaxy S26 Ultra di Blibli untuk Dapatkan Harga Termurah
-
Nilai Saham Dinilai Belum Wajar, BRI Lakukan Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar
-
Di Tengah Tekanan IHSG, BRI Tegaskan Fundamental Perbankan Nasional Tetap Kuat
-
Korupsi Makan Bergizi Gratis Memanas! Kejagung Isyaratkan Jumlah Tersangka Bakal Bertambah