-
Terjadi peristiwa kepulan asap di area lubang tambang PT Antam UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor, yang mengakibatkan tiga orang penambang ilegal (gurandil) meninggal dunia.
-
PT Antam bersama pihak kepolisian dan otoritas berwenang sedang melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya asap, apakah berasal dari kebakaran kayu yang tidak disengaja atau ada unsur kesengajaan.
-
Tim gabungan telah mengevakuasi tiga jenazah warga Desa Urug, namun diduga masih ada korban lain yang terjebak di dalam "lubang tikus", sehingga proses pencarian dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan.
SuaraJabar.id - Tragedi kepulan asap di lubang PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang merenggut nyawa para penambang ilegal, kini memasuki babak investigasi intensif.
Sementara tiga korban jiwa telah berhasil dievakuasi, PT Antam bersama aparat terkait tengah mendalami penyebab pasti insiden tersebut, apakah murni karena terbakarnya material kayu atau ada unsur kesengajaan.
Di Polsek Nanggung, Java Region, CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, menjelaskan bahwa investigasi dilakukan secara kolaboratif.
"Terkait kepulan asap bahwa penyebab masih dalam proses investigasi bersama aparat dan otoritas berwenang," ujar Agustinus pada Senin, 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, Antam menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab, menunjukkan kehati-hatian dalam menyampaikan temuan.
Agustinus menegaskan bahwa total korban meninggal yang berhasil dievakuasi merupakan penambang ilegal di area Pongkor tersebut berjumlah tiga orang. Mereka adalah Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26).
"Total keseluruhan yang kami evakuasi tiga orang," katanya.
Nama-nama ini adalah para gurandil dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, yang kisahnya telah menjadi sorotan dan kepedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Namun, di balik konfirmasi ini, masih ada awan kelabu ketidakpastian. Ketika ditanya apakah masih ada korban yang terjebak di lubang-lubang tikus yang sempit dan berbahaya itu, Agustinus belum bisa memberikan jawaban rinci.
Baca Juga: Basarnas Pantau Ketat Kebakaran di Kedalaman Tambang Emas Pongkor
"Kami belum tahu karena memang tim evakuasi kami baru menemukan tiga, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait informasi tersebut," jelasnya.
Agustinus juga tidak dapat memberikan informasi pasti mengenai jumlah korban yang selamat dari insiden tersebut. Meskipun demikian, ia mengakui adanya informasi yang mengindikasikan bahwa masih ada korban yang terjebak.
"Saya belum tahu yang jelas yang dapat kami evakuasi tiga orang dan informasi nya masih ada, tapi tim evakuasi kami belum menemukan. Untuk korban informasinya warga Desa Urug (Kecamatan Sukajaya)," jawabnya.
Berita Terkait
-
Basarnas Pantau Ketat Kebakaran di Kedalaman Tambang Emas Pongkor
-
Sukabumi Dikepung Banjir! Sawah Jadi Beton, Kantor Desa Terendam hingga Jalan Utama Retak
-
Bukan Hanya Tambang Emas, Tim Gabungan Temukan Sarang Narkoba hingga Tempat Karaoke di Gunung Salak
-
Jantung Pahlawan Hutan Berhenti Berdetak: Anggota Gakkum Kemenhut Wafat Saat Jalankan Tugas
-
Ada Apa di Balik Hutan Gunung Salak? TNI AD Ungkap Rahasia Ratusan Tenda Emas Ilegal
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
6 Fakta Miris Kapasitas TPA Sarimukti yang Habis di 2026
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
Pangkas Waktu ke Palabuhanratu, Jalan Malasari-Cianten Bakal Ditembuskan ke Sukabumi
-
Kabar Baik Pengendara Sukabumi - Bogor, Jembatan Pamuruyan Baru Mulai Beroperasi
-
3 Hari Penumbangan Pimpinan BGN, Dari Sidak Dapur Hingga Rompi Pink Dadan Hindayana