alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Warga Depok Dangdutan Sambil Mabuk-mabukan di Kuburan

Pebriansyah Ariefana Kamis, 12 Maret 2020 | 14:11 WIB

Viral Warga Depok Dangdutan Sambil Mabuk-mabukan di Kuburan
Penunggu makam di Depok. (Suara.com/Supriyadi)

Aksi mereka ramai di media sosial. Di dalam keterangan medsos tersebut, menjelaskan bahwa kuburan itu berada di wilayah Kecamatan Pancoran Mas.

SuaraJabar.id - Sekelompok warga di Depok menggelar dangdutan di kawasan Kecamatan Pancoran Mas, tepatnya di RW 18. Bahkan disebutkan mereka juga menanggak minuman keras sampai mabuk di kuburan. Itu adalah Pemakaman Warga Cagar Alam.

Aksi mereka ramai di media sosial. Di dalam keterangan medsos tersebut, menjelaskan bahwa kuburan itu berada di wilayah Kecamatan Pancoran Mas.

Hampir tiap weekend mereka dangdutan di tengah tengah kuburan. Dari pengirim vidio itu menerangkan ada beberapa keluarganya yang dimakamkan di situ.

"Saya merasa sangat terganggu dengan aktivitas mereka. Tolong di up min," kata pengirim.

Baca Juga: Imbas Virus Corona, Driver Ojol di Depok Kini Sepi Orderan

Berdasarkan keterangan pengurus pemakaman tersebut, dangdutan di pemakaman sudah sering dilakukan masyarakat sekitar RW 08 Kelurahan Pancoranmas.

"Kalau nggak disengaja. Nggak mungkin di kuburan. Kan mereka mengerti orang Islam juga. Pihak RT setempat pun sudah menghimbau, tapi tidak sanggup memberi tahu lagi. Karena diibilangin gak ngerti, gimana bingung. Sering tiap Minggu," kata Fuad kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Kamis (12/3/2020).

Fuad menerangkan, hiburan dangdutan di pemakaman dinilai tidak etis dan tidak menghormati para orang tua mereka yang dimakamkan di pemakaman tersebut.

Lebih lanjut kata dia, dangdutan di pemakaman dilakukan tiap hari Minggu sudah lama dilakukan. Bahkan sudah berkali dihimbau untuk tidak dangdutan di pemakaman.

"Dangdutan seminggu sekali dari sore sampai pukul 01.00 WIB. Saya juga sudah malas bilangin. Habis ditanyain begitu semua. Orang pada mabuk. Bukan saya saja yang terganggu, tapi warga sekitar," kata Fuad.

Baca Juga: KRL Bogor-Depok-Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Corona, Ini Respons KCI

Kontributor : Supriyadi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait