Indeks Terpopuler News Lifestyle

Bekasi Mau Lockdown, Tergantung Jakarta

Pebriansyah Ariefana Kamis, 19 Maret 2020 | 20:41 WIB

Bekasi Mau Lockdown, Tergantung Jakarta
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. [Suara.com/M Yacub]

Akan membahas juga dengan Depok dan Bogor.

SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Bekasi belum dapat memutuskan untuk membuat keputusan status lockdown dalam menyikapi penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19. Menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, status lockdown saat ini bergantung pada DKI Jakarta.

Dalam waktu singkat ini, Rahmat bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan serta dua kepala daerah mitra Ibu Kota yaitu, Depok dan Bogor akan melakukan rapat melalui teleconference. Hal ini menyusul penyebaran Virus Corona terus mengalami kenaikan.

"Kami (Pemkot Bekasi) belum dapat memutuskan status lockdown, kita masih melakukan pembahasan lebih dalam lagi dengan Gubernur DKI," kata Rahmat di Posko Covid-19 Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kamis (19/3/2020).

Menurutnya, jika Pemprov DKI Jakarta mengambil kebijakan lockdown bukan berarti Kota Bekasi memberlakukan kebijakan yang sama. Sebab, mayoritas masyarakat Kota Bekasi melakukan aktifitas di DKI Jakarta.

"Kalau DKI lockdown masyarakat Kota Bekasi secara otomatis tidak melakukan aktifitas di sana, karena 60 persen masyarakat kita kan bekerja di sana," imbuhnya,

Sejauh ini, Pemkot Bekasi, sambung Rahmat telah melakukan upaya pencegahan penyebaran Virus Corona. Misalanya, dengan merumahkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) peserta didik di tingkat SD/SMP/SMK sederajat, sosialisasi tentang sosial distancing, menjaga kesehatan dan pola hidup sehat.

Bahkan, kekinian Pemkot Bekasi juga telah mengambil kebijakan dengan mengeluarkan surat edaran yang ditunjukkan kepada para pelaku tempat hiburan malam (THM) untuk melakukan penutupan sementara. Langkah itu dianggap sebagai tindakan repreventif termasuk mengimbau warga mengisolasi diri di rumah.

Sebagaimana diketahui, penularan wabah Virus Corona melonjak drastis di Kota Bekasi. Bahkan sembilan warga sudah dinyatakan positif corona. Hingga hari ini, terdapat 66 orang suspect corona. Rinciannya, sembilan positif terinfeksi virus corona, 45 orang dalam pengawasan dan 21 sudah berstatus pasien dalam penagawasan.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait