Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango

Proses evakuasi berlangsung sangat dramatis dan memakan waktu lama karena beratnya medan dan besarnya beban yang harus ditandu secara manual.

Andi Ahmad S
Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:36 WIB
Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango
Proses Evakuasi Pendaki bobot tubuh sekitar 145 kilogram di Gunung Gede Pangrango [Ist]
Baca 10 detik
  • Pendaki asal Bekasi bernama Roby mengalami keram kaki saat mendaki Gunung Gede Pangrango pada Minggu, 28 Juni 2026.
  • Tim relawan mengevakuasi pendaki berbobot 145 kilogram tersebut secara manual menggunakan sarung dan tandu kayu darurat.
  • Proses evakuasi yang dramatis di medan terjal berhasil membawa pendaki sampai ke basecamp dengan kondisi selamat.

SuaraJabar.id - Sebuah video aksi penyelamatan di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango mendadak viral di media sosial.

Insiden tersebut melibatkan seorang pendaki asal Bekasi bernama Roby yang memiliki bobot tubuh sekitar 145 kilogram.

Proses evakuasi berlangsung sangat dramatis dan memakan waktu lama karena beratnya medan dan besarnya beban yang harus ditandu secara manual.

Roby dilaporkan mengalami keram hebat dan mati rasa pada kakinya saat berada di area ketinggian, sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan turun.

Baca Juga:Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Ungkap Korban Dipukul Pakai Helm, Besi Meja Hingga Golok

Peristiwa ini bermula pada Minggu (28/6/2026) siang. Roby mendaki bersama rombongan yang terdiri dari tiga orang.

Namun, saat berada di sekitar Pos 3 Buntut Lutung, kondisi fisik Roby menurun drastis.

Ali (37), salah seorang relawan yang terlibat dalam evakuasi, menjelaskan bahwa tim mendapatkan laporan darurat mengenai pendaki yang mengalami kelumpuhan sementara pada bagian kaki.

"Saat perjalanan, ternyata salah satunya mengalami kram parah hingga mati rasa. Begitu mendapatkan informasi, tim relawan langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan," ujar Ali kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Yang menarik perhatian netizen adalah cara tim relawan mengevakuasi korban. Mengingat bobot tubuh korban yang mencapai 145 kg, tandu lipat standar dikhawatirkan tidak mampu menahan beban atau menyulitkan manuver di jalur yang sempit dan terjal.

Baca Juga:Taufik Hidayat Kencan di Hotel Saat Korban YTR Masih Disekap di Kosan Bandung

Dalam potongan video yang beredar, terlihat seorang relawan harus menggendong Roby menggunakan kain sarung di punggungnya secara bergantian.

Pada tahap berikutnya, tim menggunakan tandu darurat yang dibuat dari kain sarung yang diikatkan pada dua bilah kayu kuat.

Para relawan dan rekan korban tampak berjibaku menjaga keseimbangan agar korban tidak terjatuh saat melewati turunan berbatu.

Proses ini memakan waktu berjam-jam hingga akhirnya korban berhasil dibawa sampai ke Basecamp pendakian dengan selamat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini