- Kelompok Hikamuci binaan Star Energy Geothermal berhasil menghasilkan 3.000 anakan ikan Torsoro melalui teknik pemijahan buatan di Sukabumi.
- Metode stripping digunakan untuk mengatasi kendala reproduksi alami guna memulihkan populasi ikan Torsoro yang terancam punah tersebut.
- Hasil budidaya ini rencananya akan dilepasliarkan ke habitat asal dan dikelola bersama pengembangan usaha ikan komersial masyarakat lokal.
SuaraJabar.id - Kelompok Hikamuci (Himpunan Kawula Muda Cipanas) binaan Star Energy Geothermal Salak Ltd (Star Energy Geothermal) mencatat keberhasilan penting dalam konservasi ikan Torsoro dengan menghasilkan sekitar 3.000 anakan melalui teknik pemijahan buatan atau stripping.
Ketua Kelompok Hikamuci, Ujang Dimyati, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi tonggak baru dalam upaya pelestarian ikan Torsoro yang selama ini terkendala proses reproduksi alami.
"Kelompok berhasil melakukan metode stripping terhadap enam indukan betina Torsoro. Setiap indukan mampu menghasilkan sekitar 400 hingga 500 ekor larva," kata Ujang di Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/7/2026).
Ikan Torsoro atau yang dikenal sebagai ikan Dewa maupun Kancra di Jawa Barat merupakan spesies ikan air tawar endemik yang hidup di sungai-sungai pegunungan berarus deras. Pertumbuhan yang lambat, jumlah telur yang relatif sedikit, serta kerusakan habitat membuat populasinya terus mengalami penurunan di alam.
Baca Juga:Jejak Digital Sindikat Sabu Penyangga Ibu Kota Dibongkar
Kelompok Hikamuci sendiri dibentuk pada 2017 dan beranggotakan tujuh petani lokal yang fokus pada upaya konservasi ikan Torsoro. Namun, aktivitas kelompok sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan berbagai program konservasi tidak berjalan.
Sejak 2023, Star Energy Geothermal mulai melakukan pendampingan secara bertahap melalui program pemberdayaan masyarakat. Pendampingan meliputi penguatan kelembagaan, rehabilitasi kolam budidaya, penambahan indukan ikan, pelatihan teknik budidaya, pengembangan pakan berbasis maggot, hingga studi banding guna meningkatkan kapasitas anggota kelompok.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah teknik stripping, yakni metode pemijahan buatan yang memungkinkan proses reproduksi berlangsung lebih cepat dan terkontrol dibandingkan pemijahan alami.
Hasilnya mulai terlihat pada 2026. Dari beberapa kali percobaan, enam indukan betina berhasil menghasilkan sekitar 3.000 larva ikan Torsoro yang kini dipelihara di akuarium pembesaran. Selama tiga minggu pertama pemeliharaan, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) anakan ikan mencapai sekitar 65 persen.
Ke depan, Kelompok Hikamuci menargetkan teknik stripping dilakukan secara rutin setiap bulan untuk mempercepat peningkatan populasi ikan Torsoro.
Baca Juga:Hadiah Sayembara Rp250 Juta Tak Jadi untuk Penangkap, KDM Alihkan untuk Masa Depan Korban
Setelah mencapai ukuran tertentu, sebagian anakan akan dipindahkan ke kolam pembesaran, sementara sebagian lainnya akan dilepasliarkan kembali ke habitat asal melalui program restocking guna membantu memulihkan populasi ikan Torsoro di alam dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Selain menjalankan program konservasi, sejak 2025 kawasan budidaya Hikamuci juga dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan nila dan ikan emas. Kedua komoditas tersebut menjadi sumber pendapatan kelompok sehingga kegiatan konservasi dapat berlangsung secara mandiri dan berkelanjutan.
Social Investment Specialist Star Energy Geothermal Salak Ltd, Haris Nur Azhar, mengatakan pengembangan budidaya ikan komersial merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Sebagai bagian dari Barito Pacific, Star Energy Geothermal meyakini konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Program CSR ini menjadi bukti bahwa pengembangan energi panas bumi dapat sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan," ujarnya.
Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada April 2026, Star Energy Geothermal menerima penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung program pembangunan daerah sepanjang 2025.
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas apresiasi yang diberikan. Ke depan, kami akan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui praktik pengembangan panas bumi yang berkelanjutan serta program-program CSR yang berdampak nyata," kata Haris.