Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penampungan Pekerja Migran di Cirebon Digrebek, Lokasinya Kotor dan Bau

Muhammad Taufiq Minggu, 18 Oktober 2020 | 10:34 WIB

Penampungan Pekerja Migran di Cirebon Digrebek, Lokasinya Kotor dan Bau
Kepala BP2MI Benny Ramdhani saat memberi keterangan usai penggerebekan (Foto Antara)

"Tempat penampungan ini tidak layak dan tidak manusiawi," kata Kepala BP2MI Benny di Cirebon

SuaraJabar.id - Penampungan pekerja migran ilegal di Kabupaten Cirebon digerebek Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Terungkap, saat digerebek lokasi penampungan sangat tidak manusiawi.

Hal ini dikatakan Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Oleh sebab tidak manusiawi, kata dia, maka penemuan ini akan terus diusut sampai tuntas.

"Tempat penampungan ini tidak layak dan tidak manusiawi," kata Benny di Cirebon, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/10/2020) malam.

Benny mengatakan penampungan calon pekerja migran ilegal yang berada di tiga lokasi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, bisa dikatakan sangat tidak layak.

Karena tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Di tempat penampungan pekerja migran ilegal kondisinya sangat memprihatinkan.

Di mana penampungan tersebut sangat kotor dan juga bau, bahkan ada yang harus diisi lebih dari 10 orang, padahal lahannya juga sangat sempit.

"Kami juga prihatin tempat penampungan dalam keadaan yang sangat tidak layak, kotor serta bau," ujarnya.

Benny menambahkan dari tiga lokasi yang dijadikan penampungan ilegal, terdapat 25 calon pekerja migran yang diduga kuat ilegal dan mereka ditempatkan di tempat tidak layak.

Padahal , mereka yang tinggal tersebut telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit, bahkan harus membayar kisaran Rp40 juga sampai Rp50 juta.

"Mereka rata-rata diminta Rp40 juta sampai Rp50 juta itu baru sementara," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait