Rawan Longsor, Bantaran Sungai Tak Seharusnya Jadi Pemukiman

Di Kota Bandung sendiri bantaran sungai kerap menjadi titik pemukiman padat penduduk.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:30 WIB
Rawan Longsor, Bantaran Sungai Tak Seharusnya Jadi Pemukiman
Ilustrasi. Deretan permukiman penduduk semi permanen di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Senin (5/10/2020). Pemprov DKI Jakarta mencatat terdapat kenaikan 1,11 persen angka kemiskinan Jakarta menjadi 4,53 persen pada bulan September 2020 karena dampak dari pandemi COVID-19. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]

SuaraJabar.id - Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran atau di sepanjang aliran sungai untuk waspada bencana saat musim hujan ini.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung, Dian Rudianto mengatakan musim hujan saat ini diperburuk dengan adanya fenomena La Nina. Maka dari itu, intensitas hujan dan debit air di sungai akan mengalami peningkatan.

"Ada potensi dan rawan bencana selain banjir, yaitu kirmir roboh dan tanggul jebol di sepanjang aliran sungai potensinya di seluruh Kota Bandung," kata Dian di Bandung, Selasa (.

Menurut Dian, salah satu penyebab adanya potensi kirmir dan tanggul jebol, ialah juga karena pembangunan yang tidak sesuai dengan standar sehingga bantaran itu juga rawan terkena abrasi dari aliran sungai yang deras saat hujan.

Baca Juga:Korupsi RTH Kota Bandung, Eks Anggota DPRD Qomar Divonis 6 Tahun Penjara

Selain itu, bantaran sungai, menurutnya, memang tidak seharusnya dijadikan tempat mendirikan bangunan. Di Kota Bandung sendiri bantaran sungai kerap menjadi titik pemukiman padat penduduk.

Meski begitu, ia mencatat sepanjang tahun 2019 hingga saat ini tidak ada peristiwa bencana yang cukup parah.

Menurutnya bencana terjadi hanya sebatas kirmir roboh, tanggul jebol, dan banjir yang tidak berlangsung lama.

"Bencana yang banyak terjadi yakni longsor di wilayah Bandung Utara, korban jiwa tidak ada. Mudah-mudahan tidak ada," katanya.

Maka dari itu, masyarakat diminta untuk berwaspada menghadapi musim hujan ini. Salah satunya juga meningkatkan pencegahan bencana seperti menanam pohon dan juga tanaman yang dapat menangkal abrasi di bantaran sungai, serta membuat lubang biopori untuk resapan air.

Baca Juga:Killing Time, Bek Persib Bandung Ardi Idrus Ngopi Cantik dan Main PS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak