Penghafal Al-Qur'an Sukses Bisnis Online, Ini Rahasianya

Kuncinya, punya mental yang kuat, tidak mudah putus asa dan memperbanyak jaringan. Sekarang, kita harus kreatif memanfaatkan peluang, tegasnya.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 14 Desember 2020 | 13:17 WIB
Penghafal Al-Qur'an Sukses Bisnis Online, Ini Rahasianya

SuaraJabar.id - Adib Almahzumi, santri kelahiran Pati 33 tahun silam ini adalah seorang penghafal Al-Qur'an. Di samping kesibukannya memperdalam ilmu agama, Kang Adib juga ternyata merupakan seorang pengusaha yang sukses.

Kang Adib memperoleh Talaqqi Al-Qur'an dari KH M Zaky Fuad Abdillah, putra mursyid thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah KH Abdullah Zain Salam Kajen Pati.

Ia kemudian melanjutkan pengembaraan keilmuwannya ke Ibu Kota, Jakarta. Bersama teman-temannya, ia sempat belajar di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Pondok Cabe, Pamulang. Sebuah lembaga yang didirikan oleh mufassir terkenal M Quraisy Shihab. Setelah di PSQ, ia kemudian menikah sambil kuliah S1 di STAI Al-Qudwah Depok.

Saat ini, ia aktif di Nahdlatul Ulama, menjadi bendahara Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ Walhuffadz (PC JQHNU) NU Kota Depok.

Baca Juga:Perut Ustaz Maaher Mendadak Sakit saat Sesi Tanya-Jawab

Selain itu ia juga merupakah peserta program Satu Desa Satu Hafidz (SADESHA) Provinsi Jawa Barat yang bertugas di kelurahan Tapos, Depok.

Kepada NU Online Jabar-jaringan Suara.com, Kang Adib membagi pengalamannya menekuni bisnis online yang dirintisnya sejak tiga tahun lalu.

“Pada dasarnya kita harus pandai mengambil peluang. Apalagi pada masa pandemi ini, transaksi online mendominasi,” ujarnya memulai pembicaraan.

“Awalnya saya iseng saja, hanya mengisi waktu luang. Bahkan tidak memburu untung. Tapi begitu sekali-dua kali transaksi kok untungnya besar juga,” lanjutnya.

Kang Adib, penghafal Al-Qur'an yang sukses bisnis online. [NU Online Jawa Barat]
Kang Adib, penghafal Al-Qur'an yang sukses bisnis online. [NU Online Jawa Barat]

Dalam menekuni bisnis online-nya, ia tidak membatasi barang tertentu. Pertama kali ia jualan tas rajut, lalu minyak wangi, baju koko, baju batik, sarung, madu, telur asin bahkan kripik. Relasinya berputar di antara teman-teman pesantrennya.

Baca Juga:Fadli Zon dan Andre Dikatai Permadi: Wakil Rakyat Kok Nggak Ngerti UU?

Ia memakai idiom “lo butuh, gue jual”. Jadi, apapun yang orang butuhkan, ia bisa usahakan barang nya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak