"Khong Guan Palsu" asal Kota Banjar Beredar hingga Luar Pulau Jawa

Ranginang kini hadir dengan banyak varian rasa. Di antaranya ranginang cokelat.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 07 Mei 2021 | 18:20 WIB
"Khong Guan Palsu" asal Kota Banjar Beredar hingga Luar Pulau Jawa
ILUSTRASI. Konsumen memperlihatkan kemasan biskuit Khong Guan. Saat Lebaran, kaleng bekas Khong Guan kerap dijadikan sebagai wadah makanan kering seperti ranginang atau keripik singkong. (ANTARA/Andi Firdaus).

SuaraJabar.id - Makanan ringan tradisional ranginang kerap kali disebut sebagai Khong Guan palsu. Julukan ini melekat pada makanan berbahan beras ketan ini karena ranginang sering kali dikemas dalam kaleng bekas Khong Guan.

Ranginang sendiri merupakan makanan ringan yang sangat identik dengan perayaan hari besar atau hari istimewa bagi masyarakat di Jawa Barat.

Momen Lebaran, pengajian, acara pernikahan dan sunatan, ranginang hampir tak pernah absen.

Musim Lebaran tahun ini, makanan ringan Ranginang Purwaharja asal Kota Banjar laris manis.

Baca Juga:Ridwan Kamil Larang Seluruh Jenis Mudik

Sekretaris Sentra Ranginang Purwaharja, Wawat Herawati mengatakan peningkatan penjualan mencapai 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu hanya 4 kuintal, musim Lebaran tahun ini belum habis pun sudah mencapai 5 kuintal.

Sentra produksi ranginang di Kota Banjar. [Kapol.id]
Sentra produksi ranginang di Kota Banjar. [Kapol.id]

“Alhamdulillah, kita masih kejar produksi hingga H-1. Meski situasi pandemi, tahun ini lebih baik,” katanya, Jumat (07/05/2021).

Ia mengatakan, per harinya produksi makanan berbahan beras ketan dikejar untuk memenuhi pasaran lokal dan luar Jawa.

“Bantuan mesin oven besar dari Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya mempercepat produksi. Per hari 50-75 kg dapat terkejar,” ujar dia.

Baca Juga:Naik Ambulans, Modus Baru Pemudik Lebaran Kelabui Polisi

“Dulu kan dari proses awal sampai jadi butuh waktu 4 hari, dengan oven skala besar dua hari bisa langsung ke pasaran,” lanjutnya.

Ranginang Purwaharja yang terkenal gendut dan "munu'u" ini di pasaran, tutur Wawat, dibanderol Rp 40 ribu per kilogram.

“Khong Guan isi ranginang, pasti suka ada dari Sentra Ranginang Purwaharja,” katanya berseloroh.

Sekretaris Dinas KUKMP Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti mengatakan selain pendampingan BI Tasikmalaya, juga didorong berbagai program.

Mulai dari hak kekayaan intelektual, dan diversifikasi produk ranginang.

“Ada juga rangicok, ranginang coklat dengan berbagai varian rasa. Jadi lebih masa kini,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

Antigagal! Resep Mochi Khas Sukabumi

07 Mei 2021 | 15:43 WIB WIB

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak