alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jawa Barat Kehilangan 100 Ribu Petani, Ketahanan Pangan Terancam?

Ari Syahril Ramadhan Senin, 02 Agustus 2021 | 15:51 WIB

Jawa Barat Kehilangan 100 Ribu Petani, Ketahanan Pangan Terancam?
ILUSTRASI-Petani cabai di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (30/5/2021). Mereka mengeluhkan jimplangnya harga jual cabai di tingkat petani dengan harga jual di pasaran. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

"Ada yang meninggal, ada yang lahannya alih fungsi atau ada juga yang beralih profesi," kata anggota DPRD Jabar itu.

SuaraJabar.id - Jawa Barat disebut kehilangan 100.000 petani produktif. Berkurangnya petani dalam jumlah yang signifikan itu di antaranya disebabkan oleh berkurangnya lahan karena alih fungsi lahan sehingga para petani memilih untuk beralih profesi.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ahmad Hidayat, Senin (2/8/2021).

"Kurang lebih sekitar 100.000 petani di Jawa Barat ini hilang, ada yang meninggal, ada yang lahannya alih fungsi atau ada juga yang beralih profesi," katanya di Bandung.

Menurut dia, jika hal tersebut tidak diantisipasi oleh Pemprov Jabar maka ke depannya Jawa Barat akan menghadapi kelangkaan petani.

Baca Juga: Tes PCR di India Cuma Rp 130 Ribu, Pengusaha Jawa Barat Angkat Bicara

Dia menuturkan hadirnya Program Petani Milenial yang digagas oleh Pemprov Jabar bisa menjadi salah satu solusi regenerasi petani di provinsi itu.

"Jadi tujuannya dari petani milenial ini selain regenerisasi juga untuk ketahanan pangan," kata dia.

Menurut dia, beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki sebagai upaya untuk mewujudkan Program Petani Milenial yang lebih baik lagi ke depan.

"Kami dari Komisi II bersama-sama pemerintah provinsi perlu bekerja ekstra, karena memang menciptakan petani tinggal di desa tapi rezeki kota, itu bukan perkara mudah, ada kendala-kendala lahan dan sebagainya," kata Ahmad.

Sementara itu terkait dengan peresmian Program Petani Milenial Tanaman Hias oleh Pemprov Jabar beberapa waktu lalu, Ahmad menilai program tersebut dilakukan untuk mengejar keterbatasan lahan yang selama ini menjadi kendala.

Baca Juga: Tempat Wisata Tutup, Pedagang Pantai Balongan Indramayu Kibarkan Bendara Putih

"Lahan 2.000 meter bisa menghasilkan penghasilan Rp4 juta sebulan bagi petani. Saya kira programnya sudah cukup baik untuk awal. Ke depan kita perlu perbaiki bersama-sama," ujarnya.

Baca Juga

Berita Terkait