“Saat mereka berhasil keluar, sarungnya mereka lepas dan pergi ke arah Dobo. Di sana mereka memperhatikan mobil dan menumpang gratis kendaraan yang menuju terminal Banjar,” ungkapnya.
Kemudian, setelah keempat dari mereka naik bus dan sampai ke Sidareja Cilacap pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.
Mereka pun turun dan berjalan kaki lagi dengan jarak yang cukup jauh.
Lalu, mereka pun kembali berinisiatif memberhentikan mobil yang lewat, akan tetapi tidak ada yang berhenti.
Baca Juga:Pameran Karya Seni Ponpes Al Fatah Jogja, Gebrakan Transpuan Melebur ke Masyarakat
Karena itu, 4 anak tersebut pun sempat berlari untuk mengejar mobil, namun salah satu dari mereka yang bernama Rifki terjatuh dan kakinya keseleo.
“Ketiga anak itu langsung menolong Rifki. Setelah berjalan beberapa meter, ada ibu-ibu yang sedang menyapu halamannya menawarkan untuk menginap dan pukul 07.00 WIB mereka berpamitan untuk melanjutkan perjalanan,” jelas Anam.
Saat menunggu bus datang, ketiga anak itu menyuruh Rifki pulang ke Banjar. Bahkan mereka bertiga memberinya uang untuk ongkos pulang.
Sehingga, setelah kejadian itu ketiganya rencananya melanjutkan perjalanan Jeruklegi Cilacap dan kemudian berakhir ke Tegal.
“Sekarang Rifki sudah ada di rumahnya kondisi dia masih sakit kaki karena keseleo. Kronologi itu kami dapat hasil keterangan Rifki,” ujarnya.
Baca Juga:10 Makanan Khas Kalimantan Terenak: Bingka, Ketupat Kandangan, Hingga Gangan Humbut
Ia pun membenarkan sebelumnya santri yang benama Zainur sempat kabur untuk bermain Play Station (PS), namun sehari kemudian pulang lagi ke pesantren.