Mobil Bak Terbuka Pengangkut Sayuran Masuk Jurang di Pangandaran, Saksi Mata: Sopir Tak Jago Nyetir

"Sang sopir mobil tersebut tidak bisa mengendalikan kemudinya dan akhirnya masuk jurang, tutur saksi mata, Juhaman.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 13 Januari 2022 | 11:58 WIB
Mobil Bak Terbuka Pengangkut Sayuran Masuk Jurang di Pangandaran, Saksi Mata: Sopir Tak Jago Nyetir
Diduga belum mahir nyetir, sebuah mobil bak pick up terbuka masuk jurang sedalam 6 meter di Dusun Cigugur, Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Rabu (12/01/2022). [HR Online]

SuaraJabar.id - Sebuah mobil bak terbuka mengalami insiden di Dusun Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Rabu (12/1/2022) kemarin.

Mobil bak terbuka tersebut terjun bebas ke jurang sedalam enam meter. Warga di sekitar lokasi kejadian menduga, sopir mobil tersebut belum mahir menyetir.

Insiden bermula ketika kendaraan bak terbuka yang mengangkut sayuran itu melaju dari arah Cigugur menuju Langkaplancar dengan kecepatan sedang.

Namun, pas tiba di tempat kejadian datang kendaraan roda dua dari arah Langkaplancar.

Baca Juga:Jatuh Tersungkur Akibat Kecelakaan di Jalan, Pemuda Ini Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Karena pengemudi belum mahir nyetir, mobil yang ia kendarainya berbelok ke sisi kiri jalan hingga terperosok masuk ke jurang.

“Sepertinya sopir yang belum mahir bawa mobil itu kaget begitu pas tikungan jalan datang kendaraan roda dua dari arah Langkaplancar. Sang sopir mobil tersebut tidak bisa mengendalikan kemudinya dan akhirnya masuk jurang,” tutur saksi mata, Juhaman.

Mobil bak terbuka bermuatan sayuran dengan dua orang penumpang itu masuk jurang. Meski kondisi kendaraan nyungsep ke jurang, namun sopir dan satu orang penumpangnya tidak mengalami cedera serius, hanya luka lecet-lecet.

lebih lanjut Juhaman mengatakan, selain sopir yang belum mahir, kondisi jalan tikungan itu juga sangat kecil dan kecelakaan seperti ini bukan kali pertama terjadi.

“Saya berharap kedepan jalan belokan ini mendapat pelebaran jalan supaya kejadian serupa tidak terulang. Apalagi kendaraan dari arah berlawanan tidak kelihatan karena tertutup pepohonan bambu yang ada sekitar pinggir jalan tersebut,” pungkas Juhaman.

Baca Juga:Viral Motor Terseret Hingga Masuk Bengkel, Netizen: Rejeki Memang dak Ke mana

News

Terkini

"Pelaku pertama kali mengenal korban karena korban pesan Grab, kemudian pelaku sebagai driver Grab merasa cocok dan berlangganan, kemudian mereka tinggal bersama," ujarnya.

News | 21:59 WIB

"Untuk si korban sendiri pernah berkeluarga tapi sudah berpisah, tapi si pelaku pengakuannya sudah memiliki keluarga dan memiliki anak tapi masih kami dalami," ujar Kapolres.

News | 16:16 WIB

Kenapa saya berkomentar karena penggunaan jas berwarna kuning karena saya anggap tidak pantas digunakaan saat melakukan pertemuan dengan murid," kata Sabil.

News | 18:17 WIB

"Gini saya ulangi lagi ya, takdir ke mana saya tidak tahu, yang pasti pasti lebih baik dirawat," kata Ridwan Kamil.

News | 14:56 WIB

Beredar cuit lawan Ridwan Kamil juga gunakan kata Maneh yang membuat netizen heboh.

News | 11:04 WIB

Cara Ridwan Kamil memberikan pinned pada komentar di Instagram disorot publik.

News | 10:48 WIB

"Ini dikarenakan komentar saya di IG Gubernur Ridwan Kamil," kata Muhammad Sabil Fadhilah

News | 10:18 WIB

"Alhamdulillah membaik, masih belum stabil penuh, tapi sudah bisa makan," ujar putra Umuh Muchtar itu.

News | 19:30 WIB

"Warga mengatakan asap pekat itu makin tidak enak dihirup dan cepat sesaknya. Apalagi ketika mereka melakukan aktivitas di sawah, di kebun," kata Manajer Advokasi Walhi Jabar.

News | 16:25 WIB

P3DN digelar guna memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi terhadap pengoptimalan penggunaan Produk Dalam Negeri.

News | 16:07 WIB

Sejumlah hasil lembaga survei mencatatkan bahwa elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk berlaga di Pilpres 2024 cukup diperhitungkan.

News | 16:56 WIB

Keran kamar mandi dari Ateson home memiliki bentuk yang minimalis dan futuristik.

Lifestyle | 11:15 WIB

"Di Ranca Upas itu ada area habitat lutung Owa Jawa selain habitat mamalia. Kami pernah menemukan ada habitat kancil jiga," ujar Meiki.

News | 19:29 WIB

"Panitia dan pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini harus bertanggung jawab atas kejadian ini," tegas Dadang Supriatna.

News | 14:02 WIB

"Apa dasar hukumnya, karena hutan berstatus hutan lindung dan peruntukan hutan tidak dapat dipakai untuk kegiatan nonkehutanan," kata Dedi Gejuy.

News | 13:01 WIB
Tampilkan lebih banyak