facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Guru Terjangkit COVID-19, Satu SMP Negeri di Cimahi Ditutup Sementara

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 03 Februari 2022 | 16:20 WIB

Ada Guru Terjangkit COVID-19, Satu SMP Negeri di Cimahi Ditutup Sementara
ILUSTRASI - Suasana sepi salah satu ruang kelas di SDN Gunung 05 Mexico, Jalan Hang Lekir V No 53, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (3/2/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Iya 1 SMP Negeri kita tutup 7 hari ke depan. Tertular dari suaminya," terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

SuaraJabar.id - Sekolah yang ditutup di Kota Cimahi gara-gara kasus Covid-19 bertambah. Satu SMPN ditutup selama setelah setelah adanya seorang guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Iya 1 SMP Negeri kita tutup 7 hari ke depan. Tertular dari suaminya," terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono saat dihubungi Suara.com pada Kamis (3/2/2022).

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Cimahi sudah menutup satu sekolah dasar setelah ditemukan tiga siswa yang juga terkonfirmasi positif Covid-19. Sekolah tersebut akan ditutup hingga sepekan ke depan.

Kepala Puskesmas Cimahi Tengah dr. Sri Utara mengatakan, pihaknya sudah melakukan tracing terhadap dua sekolah yang ditemukan kasus positif Covid-19. Hasilnya ada sekitar 50 orang guru dan siswa yang akan menjalani swab test pada Senin (7/2/2022).

Baca Juga: Belasan Pemain Persib Bandung Positif COVID-19, Ridwan Kamil Minta Bobotoh Tetap Tenang

"Tracing-nya kami sudah kerjasama dengan kedua sekolah tersebut dan kami sudah tau berapa orang yang akan ditindaklanjuti. Untuk tracing ada sekitar 50 orang dari dua sekolah dan akan dilakukan swab test," terang Sri.

Dirinya menjelaskan, pelaksanaan swab test terhadap kontak erat yang didominasi siswa tersebut sengaja dilakukan pada awal pekan depan sambil menunggu masa inkubasi.

"Untuk swab tes kita menunggu masa inkubasi dulu dan kami sarankan kontak erat isolasi mandiri dulu," imbuh Sri.

Menurutnya, untuk sementara ini pihaknya menyimpulkan sumber penularan kasus Covid-19 bukan berasal dari aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

"Kemungkinan bukan dari sekolah, dari luar sekolah. Ada yang perjalanan, ada yang kontak dengan keluarganya yang positif," tandasnya.

Baca Juga: 3 Pegawai Positif COVID-19, Kantor Kelurahan Bangka Lockdown

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait