SuaraJabar.id - Wacana pembangunan patung Presiden Republik Indonesia ke-1 di kawasan Walini Raya di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat tanggapan dari Pengamat Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Sidha
Lokasi pembuatan patung Soerkano itu berada di lahan yang semula akan dijadikan Transit Oriented Development (TOD) Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) yang batal karena dipindahkan ke Stasiun Padalarang, KBB.
Arlan memiliki beberapa catatan terkait rencana pembangunan kawasan Kota Mandiri yang didalam bakal ada patung Soekarno.
"Namun yang menjadi catatan pembangunan ini jangan sampai menggeser lahan produktif warga. Kita tahu Walini adalah perkebunan. Berikutnya warga harus mendapatkan dampak positif serta ekonomi warga terbantu kedepannya utamanya nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat harus menjadi prioritas yang harus dipertahankan ketika Kota Walini dengan icon Soekarno sudah rampung," kata Arlan, Rabu (16/8/2023).
Dia mengatakan, keberadaan patung Soekarno nantinya di kawasan Walini Raya harus dimaknai sebagai pemimpin yang memang peduli terhadap rakyatnya.
"Pemaknaan patung Soekarno harus bisa diimplemantasikan sebagai pemimpin yang peduli kepada rakyatnya, bukan kepada investor," ucap Arlan.
Dirinya melanjutkan, pembangunan patung Soekarno tentunya akan berdampak terhadap banyak ha. Jika kita lihat secara sejarah, kata Arlan, nama Soekarno sebagai proklamator tentunya bagaimana masyarakat terus mengingat sejarah bangsa.
"Di sisi lain pembangunan patung Soekarno dalam jangka panjang bisa menjadi wisata baru yang mungkin bisa menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) untuk KBB," ucap Arlan.
Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan nilai investasi kawasan Walini Raya mencapai Rp 10 triliun. Namun bukan hanya untuk pembangunan patung Soekarno saja tapi juga untuk pembangunan perumahan, perkantoran, pusat bisnis yang saling terintegrasi.
"Sebenarnya 10 triliun itu bukan hanya pembuatan patung Soekarno ya, tapi satu kawasan yang mungkin kalau diakumulasikan dengan pembangunan yang lain bisa lebih. Mungkin bisa 20 triliun karena luasan yang nanti dibangun itu hampir kayak Kota Baru Parahyangan, 1.270 hektare," ungkap Hengky.
- 1
- 2