Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar

Pemprov Jabar menegaskan, kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di layanan kesehatan mana pun, demi menjaga kepercayaan publik dan kualitas pelayanan.

Andi Ahmad S
Sabtu, 11 April 2026 | 22:03 WIB
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar
Sekda Jabar Herman Suryatman memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/Ricky Prayoga)
Baca 10 detik
  • Pemprov Jawa Barat mengevaluasi layanan kesehatan pasca insiden bayi nyaris tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung pada Sabtu (11/4/2026).
  • Sekda Herman Suryatman memerintahkan audit mendalam terhadap kepatuhan Standar Operasional Prosedur serta kinerja SDM di seluruh rumah sakit daerah.
  • Pemerintah menegaskan rumah sakit dilarang menolak pasien gawat darurat atau layanan ibu dan anak karena kendala administrasi BPJS.

SuaraJabar.id - Insiden viral bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah memantik perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kasus yang sempat heboh di media sosial ini kini dijadikan momentum krusial untuk evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Barat.

Pemprov Jabar menegaskan, kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di layanan kesehatan mana pun, demi menjaga kepercayaan publik dan kualitas pelayanan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, secara tegas menyerukan perlunya audit mendalam. Hal ini untuk mengungkap akar persoalan, baik dari sisi prosedur maupun sumber daya manusia yang terlibat dalam operasional rumah sakit.

Baca Juga:Tipu Korban Rp2 Miliar Pakai Cek Kosong, Berkas Rio Delgado Hassan Resmi Dilimpahkan ke Kejati Jabar

"Kami sangat menyesalkan insiden viral bayi hampir tertukar tersebut. Kejadian ini harus jadi cermin, tidak boleh terulang kembali, baik di RSHS, RSUD provinsi, RSUD 27 kabupaten/kota, maupun rumah sakit swasta,” kata Herman dilansir dari JabarNews -jaringan Suara.com, Sabtu (11/4/2026).

Meski RSHS berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan, Pemprov Jabar telah melakukan koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit. Langkah ini untuk memastikan audit internal dilakukan secara komprehensif.

Herman menyebut, audit perlu difokuskan pada dua aspek utama, yakni Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur tersebut.

“Untuk memastikan itu tidak terulang harus ada audit, apakah SOP longgar atau SDM yang tidak taat,” katanya.

Selain evaluasi internal, Pemprov Jabar juga mengingatkan seluruh rumah sakit agar tidak menolak pasien, terutama dalam kondisi darurat dan layanan ibu serta anak.

Baca Juga:Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Tak Perlu KTP Pemilik Pertama, Melanggar? Jabatan Taruhannya

Ia menegaskan bahwa persoalan administratif, termasuk kendala BPJS Kesehatan, tidak boleh menjadi alasan penolakan layanan.

“Yang paling rentan itu kedaruratan dan layanan ibu dan anak. Jangan sampai masyarakat ada kekhawatiran,” tegas Herman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak