- Polres Metro Bekasi mengungkap kasus pembunuhan WNA Korea berinisial BCS melalui analisis rekaman CCTV di lokasi kejadian.
- Mantan istri korban berinisial SJ diduga merencanakan pembunuhan yang dieksekusi oleh pelaku berinisial HW pada 26 Mei 2026.
- Pelaku HW ditangkap tanpa perlawanan setelah terbukti melakukan penusukan sebanyak 23 kali terhadap korban di rumahnya.
SuaraJabar.id - Pepatah 'sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga' sangat tepat menggambarkan pelarian pelaku pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan di Bekasi.
Berkat ketelitian dalam mengolah jejak digital, Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap dalang dan eksekutor pembunuhan berencana terhadap korban berinisial BCS (66).
Kasus yang sempat menjadi misteri ini berhasil dipecahkan melalui pendekatan scientific crime investigation.
Berikut adalah 6 fakta penting di balik pengungkapan kasus tersebut:
Baca Juga:Jejak Digital Tak Bisa Bohong, Pembunuh WNA Korea di Bekasi Diciduk Usai Terekam CCTV
1. CCTV Menjadi Saksi Bisu yang Tak Bisa Dimanipulasi
Kapolres Metro Bekasi melalui Kasat Reskrim AKBP Jerico Lavian Chandra menegaskan bahwa teknologi digital menjadi kunci utama.
Meskipun para pelaku berusaha menghilangkan jejak, kamera pemantau di sekitar lokasi kejadian dan jalur pelarian merekam detail yang luput dari perhatian mereka. Analisis mendalam terhadap rekaman ini memungkinkan polisi mengidentifikasi pergerakan kendaraan dan sosok mencurigakan secara akurat.
2. Mantan Istri Diduga Sebagai Otak Kejahatan
Pengungkapan ini bermula dari penangkapan tersangka pertama berinisial SJ. Mengejutkannya, SJ adalah mantan istri korban yang diduga menjadi perencana utama aksi pembunuhan ini. Dari "nyanyian" SJ inilah, polisi kemudian mendapatkan identitas eksekutor lapangan berinisial HW.
Baca Juga:Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Terungkap, Mantan Istri Sewa Eksekutor
3. Modus Pelaku: Berpura-pura Menelepon Sebelum Beraksi
Fakta memilukan terungkap dari rekaman CCTV mengenai cara pelaku HW menyusup. Pada hari kejadian, Selasa (26/5/2026), HW terekam sedang memantau rumah korban sambil berpura-pura melakukan panggilan telepon. Ia dengan sabar menunggu di depan pagar hingga anak korban keluar dari rumah. Saat ada celah, HW langsung masuk ke dalam pagar tanpa disadari.
4. Kebrutalan Pelaku: 23 Luka Tusukan
Sesaat setelah berhasil masuk ke dalam rumah, HW langsung melancarkan aksi kejinya terhadap BCS. Berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan medis, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan total 23 luka tusukan di sekujur tubuhnya. Hal ini menunjukkan adanya unsur dendam atau niat yang sangat kuat untuk menghabisi nyawa korban.
5. Penangkapan di Toko Bangunan Tanpa Perlawanan
Tim penyidik bergerak cepat memburu HW setelah mendapatkan keterangan dari SJ. Pelaku HW berhasil diringkus di hari yang sama saat sedang menjalani aktivitas sehari-hari di sebuah toko bangunan milik keluarganya. HW tidak melakukan perlawanan dan langsung menyerah setelah polisi menunjukkan bukti-bukti digital yang sangat kuat.