- Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan tidak pernah dilibatkan oleh Wali Kota Muhammad Farhan dalam kebijakan strategis pemerintahan.
- Pernyataan tersebut disampaikan Erwin pada Senin, 6 Juli 2026, terkait minimnya koordinasi program kerja serta pergeseran anggaran.
- Erwin tetap menjalankan tugas pengawasan meski merasa terhambat dalam mengawal janji politik serta RPJMD Kota Bandung.
"Ya sebenarnya saya sudah berkali-kali, cuma kan mungkin kewenangannya di Pak Wali ya. Selama ini saya belum pernah diajak bicara untuk hal program kerja. Makanya saya nggak tahu, saya mengerjakan sesuai tupoksi saya saja," ucapnya.
Erwin sebelumnya mendapat tugas sebagai Ketua Satgas Yustisi yang kini disebut telah dialihkan kepada Sekretaris Daerah.
Saat itu, ia menjalankan tugas tersebut dengan maksimal dari persoalan ketertiban umum, seperti penertiban minuman beralkohol ilegal, reklame liar hingga prostitusi.
"Dan karena sekarang katanya sudah diserahkan kepada Sekda, ya itu bukan tugas saya lagi. Tapi kalau itu ada masalah Insya Allah saya pasti akan turun membereskan. Tapi mungkin punya keterbatasan karena saya bukan sebagai ketua Satgas lagi," tegasnya.
Baca Juga:Ancaman 36 Tahun Penjara untuk Taufik Hidayat Menanti
Erwin mengaku sempat mengingatkan pentingnya kerja sama antara wali kota dan wakil wali kota dalam menjalankan pemerintahan.
"Bahwa Walikota-Wakil itu (seperti) suami istri, saya itu sebagai istrinya harus saling bisa melengkapi. Cuma seperti itu, saya sudah ngomong seperti itu ke Pak Wali," tegasnya.
Kontributor : Rahman