Indeks Terpopuler News Lifestyle

Ketua RT/RW dan Kader Posyandu Kota Bekasi Tagih Tunggakan Honor 6 Bulan

Chandra Iswinarno Senin, 09 September 2019 | 15:03 WIB

Ketua RT/RW dan Kader Posyandu Kota Bekasi Tagih Tunggakan Honor 6 Bulan
Ilustrasi Pemerintah Kota Bekasi. (Suara.com/Yakub)

Hingga enam bulan terakhir, mereka masih menunggu kucuran honor yang biasanya diberikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

SuaraJabar.id - Ketua RT dan RW serta kader posyandu yang ada di Kota Bekasi, Jawa Barat belum mendapatkan upah atau honornya sejak Maret 2019.

Hingga enam bulan terakhir, mereka masih menunggu kucuran honor yang biasanya diberikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

"Honornya belum cair dari Maret 2019, kami sampai sekarang belum mendapatkan hak upah," kata Ketua RT 01 di RW 11 Kelurahan/Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Andi saat dihubungi, Senin (9/9/2019).

Sejauh ini, sambil menunggu pencairan honor dari pemerintah setempat, Andi mengaku semua sekretariat RT/RT di wilayahnya terpaksa mengandalkan urunan dari warga.

"Urunan itu kami tarik hanya untuk kegiatan saja. Kalau tidak ada kegiatan kita tidak mintai warga. Dan hasil pungutan itu kita gunakan untuk konsumsi kegiatan," ungkapnya.

Kabar yang beredar, Pemerintah Kota Bekasi bakal menghapus insentif atau honor bagi Ketua RT/RW serta pengurus dan anggota tim PKK sekaligus kader posyandu.

Mendengar informasi tersebut, Andi berharap pemerintah setempat mengevaluasi rencana penghapusan insentif bagi para RT/RW dan juga pengurus sertda kader posyandu dan PKK.

"Karena selama ini dana yang kami dapat juga untuk kepentingan sekretariat. Dana itu kami pakai apabila ada kegiatan-kegiatan juga keperluan yang mendesak," ujar dia.

Sejauh ini, Andi selalu menerima honor setiap bulan sebesar Rp 1,2 juta per bulan. Sedangkan, untuk RW diberikan honor Rp 1,5 juta per bulan.

"Setiap pencairan anggaran diberikan secara transfer langsung ke Ketua RT maupun RW," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait